post image
Rani Hatta di backstage runway JFW 2020/Instagram @ranihatta
KOMENTAR

MINIMALIS merupakan ciri khas yang melekat pada fashion brand lokal yang satu ini. Rani Hatta adalah salah satu fashion designer asal Indonesia yang turut berperan dalam perkembangan busana muslim (modest wear) di Indonesia. 

Rani mengebrak mindset orang-orang jika berbusana muslim bukan melulu harus menggunakan gamis atau abaya. Label Rani Hatta lebih berfokus pada busana kasual yang minimalis tetapi tetap mengikuti tren dan modern.

Berawal di tahun 2011, pemilik nama lengkap Maharani Puja Pertiwi ini kerap memposting foto Outfit Of The Day di platform media sosial Instagram menggunakan pakaian yang dirancangnya untuk kebutuhannya sendiri. Saat itu mulai banyak yang terpikat dengan style dan busana yang dipakai Rani.

Lalu tahun 2013, perempuan lulusan Susan Budiharjo Fashion Design School ini mulai meniti karir dengan label namanya sendiri, Rani Hatta. Satu brand rintisannya yang lain mengusung label Hattaco.

Pada awal merintis karir menjadi disainer semua pekerjaan Ia lakukan dengan kemampuan sendiri. Mulai dari mendesain, membuat pola busana, belanja bahan keperluan menjahit, sampai marketing, promosi hingga packing dan pengiriman barang.

Merasa tidak mampu mengerjakan semuanya sendiri, Rani lantas merekrut dua karyawan untuk membantunya. Namun karena tingginya antusiasme para pelanggan dan penikmat fesyen tentang hasil karyanya, wanita kelahiran 1990 ini kemudian merekrut hingga 30 karyawan lebih untuk menjadi tim yang membantunya dalam proses produksi. Nama Rani Hatta pun mulai berkibar di dunia fesyen Tanah Air hingga saat ini.

Kekhasan Rani Hatta membawanya tampil di berbagai panggung mode internasional. Ajang bergengsi di pasar internasional pertamanya digelar di Bangkok International Fashion Fair & Bangkok International Leather Fair Ke-34 (BIFF & BIL) yang diselenggarakan 9-13 Maret 2016 di IMPACT Muang Thong Thani, Bangkok, Thailand.

Tak hanya berhenti disitu, ibu dua anak ini juga menjadi salah satu desainer Indonesia yang memamerkan karyanya di ajang Tokyo Fashion Week, Maret 2017. “Karena saya orang Indonesia, saya membuat pakaian yang diperuntukkan untuk muslim. Tapi desain saya bentuknya universal hingga semua orang bisa menggunakannya,”  ujar Rani usai pagelaran koleksi Fall/Winter 2017 di Tokyo Fashion Week.

Perempuan kelahiran Jogja, 20 Juli 1990 ini berani mendobrak pasar busana muslim tidak harus anggun dan feminin. Gaya busana koleksi Rani yang kontemporer ini sangat terlihat dari bentuk potongan dan sentuhan warna yang hampir keseluruhan menggunakan warna monoton seperti hitam, abu-abu maupun putih.

Koleksi busana yang diproduksi Rani berbagai macam. Mulai dari sweater, pants, tops, parka maupun dress dengan gaya sangat sporty yang menjadi ciri khasnya. Brand Rani Hatta mengutamakan kenyamanan dari pilihan bahan material yang nyaman.

Meski banyak yang meniru karyanya, Rani memastikan kualitas bahan premium dan proses produksi yang terjaga baik adalah dua hal yang membedakan koleksinya dari orang lain. “I hate low quality item. So, I only make and wear the good one,” tulis Rani di laman Instagram @ranihatta miliknya.

Koleksi Rani tidak hanya diperuntukkan untuk perempuan karena beberapa koleksi pakaian pria juga dipasarkan di website ranihatta.com dan hattaco.id. Ia juga memamerkan 4 koleksi pakaian pria di pentas Jakarta Fashion Week 2020 yang digelar Oktober tahun lalu. Saat itu, Rani mengungkapkan ia memang ingin merambah menswear sebagai lini produksinya.

Di JFW 2020, Rani menampilkan koleksi yang terinspirasi dari batu karang dalam dominasi warna monokrom plus sentuhan metalik dan dusty blue. Koleksinya memadukan gaya maskulin sporty dan oversized denga sisi feminin yang mencuat lewat silk dan lace.

Tanpa mengabaikan syariat, koleksi busana Rani tetap memegang prinsip Islam, yaitu potongan kain yang bersiluet oversize dan tidak membentuk lekuk tubuh. “Saya ingin menunjukkan bahwa modest wear bisa menjadi sesuatu yang keren, yang mendunia, tidak hanya pakaian panjang berwarna hitam atau sesuatu seperti itu.”

Close X

Terpikat Pesona Kain Tenun Tradisional Sumba

Sebelumnya

Ida Royani & Jenahara: Dua Generasi Yang Konsisten Berkarya Untuk Kemajuan Industri Mode Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Farah Fashion