post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

PANDEMI membuat kita perlu "mengikat pinggang" sejenak. Apalagi dari sisi keuangan, banyak pos-pos yang harus dikurangi agar penghasilan bisa memenuhi kebutuhan selama satu bulan.

Elly Risman, seorang psikolog spesialis anak mencoba membagi tips sederhana bagaimana mengelola keuangan agar tidak "keteteran". Di akun Instagram pribadinya @ellyrismanofficial, ia membuat sebuah contoh sederhana.

"Ini contoh budget untuk yang berkeluarga dengan satu anak, ya. Budget di tiap keluarga pasti berbeda-beda, tergantung situasi dan kondisi masing-masing. Namun ada beberapa poin yang menjadi perhatian jika teman-teman ingin mengelola keuangan dengan gaji Rp 3 juta/bulan," tulis Elly.

Pos pertama yang harus diutamakan adalah tabungan sebagai dana darurat, yang besarnya Rp 300.000. Yang kedua adalah zakat atau sedekah sebesar Rp 100.000.

Pos ketiga utilities, seperti listrik, air, dan internet sebesar Rp 350.000. Ini penting, mengingat saat ini anak-anak masih menjalankan sekolah jarak jauh. Selanjutnya adalah kebutuhan rumah tangga seperti sabun, gas, detergen, dan lainnya sebesar Rp 350.000.

Sisihkan pula untuk kebutuhan anak-anak seperti susu, popok, dan jajan sebesar Rp 400.000. Dan, kebutuhan makan bulanan sebesar Rp 1.000.000 dengan budget Rp 250.000/Minggu.

Transport, bensin motor dan parkir Rp 300.000 dan terakhir untuk hobi serta hiburan keluarga sebesar Rp 200.000.

Sebagai catatan:

1. Sebaiknya jangan punya hutang atau cicilan, karena akan menekan budget yang lainnya. Bahaya jika tidak bisa menabung karena harus membayar hutang/cicilan.

2. Untuk gaji di bawah 5 juta, sebaiknya sisihkan 10 persen untuk menabung. Tidak ada tawar menawar lagi dan tidak ada excuse untuk tidak bisa menabung. Sisihkan di awal, ya!

3. Jangan paksakan memberi atau mengirim ke orangtua jika belum mampu. Jika terpaksa, sisihkan Rp 100.000. Bukan mengajarkan untuk tidak berbakti kepada orangtua, namun masih ada kewajiban untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga. Dana untuk orangtua nantinya bisa kita gunakan dari tabungan/dana darurat yang disisipkan 10 persen tiap bulannya, jika sangat dibutuhkan.

"Dan, jangan lupa bersyukur. Bahagia itu salah satunya adalah dengan mensyukuri apa yang kita punya sekarang, bukan dengan membayangkan apa yang akan kita punya nanti. Bersyukur dan tetap berusaha," saran Elly. (F)

Close X

Tips Komunikasi Dengan Pasangan Ala Teh Cinta: Kita Harus Tahu Kapan Harus Diam Dan Menjadi Pendengar Yang Baik

Sebelumnya

Ini 5 Negara Dengan Kesejahteraan Anak Terbaik Di Dunia Versi UNICEF

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Family