post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

KETIKA membangun sebuah bisnis, tentunya ada mimpi-mimpi yang datang. Bisnis sukses dan lancar, serta meraup untung yang besar.

Namun pada kenyataannya, mimpi dan harapan yang disebut dengan ekspektasi ini, tidak berjalan mulus. Ada rintangan dan tantangan yang harus dihadapi, mulai dari pasar yang sedikit, produk yang kurang laku, atau laris di awal tetapi untuk selanjutnya peminat mulai bosan.

Kalau sudah begini, terkadang terlintas di pikiran untuk menyudahi saja usaha ini. Apalagi kalau budget yang dikeluarkan sudah sangat banyak. Atau ditinggalkan begitu saja dan memulai dari awal dengan produk yang berbeda.

"Inilah mengapa seseorang yang memulai bisnis tidak hanya menyiapkan modal, tapi juga harus punya daya juang. Daya juang itu yang disebut dengan mimpi besar atas usaha yang akan kita rintis," kata Nina Septiana dalam Zoomtalk bersama Farah.id, Jum'at (4/9).

Mimpi besar memang sangat memicu daya juang seorang pebisnis. Di saat ia mulai lelah, tidak tahu harus bagaimana lagi, atau bosan, mimpi besar ini dapat memicu kembali semangat juang kita.

"Seperti saya, saya punya mimpi untuk menginspirasi banyak orang lewat desain-desain yang saya buat. Saya juga ingin produk saya laku di pasaran internasional. Saya juga pernah merasakan lelah, tidak tahu mau apa, bahkan bosan. Tapi saya ingat lagi kalau saya punya mimpi besar yang harus diwujudkan," ucap founder Active Muslima Community ini.

Pastikan mimpi besar itu adalah pencapaian terbesar yang ingin kita raih melalui apa yang kita kerjakan. Jadi, yang bisa mengkatrol daya juang kita adalah mimpi besar tersebut, ketika kita capek, bukan stop melainkan istirahat sejenak kemudian kembali lagi.

"Jadi kita juga harus tahu, buat apa sih kita bikin sebuah brand, mau nge-trend aja, mau keren-kerenan aja, atau biar dibilang jadi pengusaha? Kalau seperti ini, mudah sekali membuat kita jadi down," ujar Nina.

Kemudian terkait eksperimentasi, tidak harus mahal. Buat saja satu produk untuk divalidasi ke lingkungan sekitar. Misalnya membuat baju yang bisa di mix n match dengan pakaian lain yang sudah ada. Lalu, validasikan ke 50 orang dan jika 70 persen di antaranya bilang, oke, silahkan dilanjutkan.(F)

 

Close X

Louis Vuitton Luncurkan Face Shield Mewah Seharga Hampir Rp 15 Juta, Tertarik Beli?

Sebelumnya

Nina Nugroho: Optimis Membangun Bisnis Fesyen Bagi Pemula

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Fashion