KOMENTAR

PUASA tarwiyah dan puasa arafah adalah ibadah puasa yang dilaksanakan di bulan Dzulhijjah. Tepatnya di tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah sebelum Hari Raya Idul Adha.  Pada bulan ini, puasa tarwiyah dan arafah sudah bisa dilaksanakan Rabu (29/7) besok. Dan sebagian umat muslim, ada yang sudah melaksanakan puasa bulan Dzulhijjah sejak 22 Juli lalu.

Lalu apa saja keutamaan puasa bulan Dzulhijjah? Berikut disampaikan Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya pada channel YouTube.

Rasul bersabda, " tidak ada hari-hari beramal shaleh pada hari itu, lebih dicintai Allah melebihi 10 hari ini. Apa yang disebut 10 hari ini, yaitu dari sejak tanggal 1 sampai 10 Dzulhijjah,” jelasnya.

" Allah memuliakan bulan, dinisbatkan bulan itu pada dirinya. Lalu apa ibadah yagn dinisbatkan Allah pada dirinya? Dalam hadist khutsi, Allah katakan puasa itu untukku. Tapi apa Allah butuh terhadap puasa kita? Tidak. Allah Maha Kaya lagi Terpuji. Lalu mengapa Allah nisbatkan ibadah puasa untuk dirinya? Karena Allah ingin memuliakan puasa itu. Oleh sebab itu, pada 10 hari yang utama itu, maka dilaksanakan amal yang paling utama yaitu berpuasa. Kecuali hari ke-10 puasa diharamkan, tapi disunahkan makan setelah ibadah sholat idul adha,” papar UAS.

"Allah tidak makan, Allah tidak minum, Allah tidak berhubungan, maka dengan demikian orang yang berpuasa sedang berakhlak dengan akhlak Allah SWT,"lanjutnya.

Semisal ada orang yang bepekerjaan berat, tidak sanggup melaksanakan puasa di awal-awal bulan Dzulhijjah, maka menurut Ustadz Abdul Somad, tidak apa-apa hanya berpuasa di tanggal 9 saja yakni puasa Arafah.

"Yang untuk tanggal 9 jangan sampai ditinggal, karena ada pahala khusus. Karena ada hadist Muslim, puasa tanggal 9 mengampunkan dosa yang lalu dan setahun yang akan datang," tambah UAS.

Jika umat muslim bisa melaksanakan puasa di awal bulan Dzulhijjah, maka lebih baik lagi. Menurut UAS, merujuk pada sebuah hadis Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan beramal saleh di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Dari hadits tersebut, tak ada hari yang kita boleh beramal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah melebihi 10 hari ini.

“Artinya, jika kita rajin beramal saleh selama 10 hari awal bulan Dzulhijjah, maka Allah akan lebih mencintai kita,” jelasnya.

Apa saja jenis amal salehnya? Di hadits itu tak ada dijelaskan secara spesifik umat muslim harus melaksanakan ibadah tertentu. Namun menurut pengamatan para sahabat terhadap Nabi Muhammad SAW, beliau selama 10 hari awal bulan Dzulhijjah sering berpuasa sunah.
 

Bacaan Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah

Adapun niat Puasa Tarwiyah adalah sebagai berikut:

نويت صوم التروية سنة لله تعالى

Nawaitu shauma al tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah tarwiyah karena Allah ta’ala.”

 

Dan niat puasa Arafah adalah sebagai berikut:

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa Arafah, karena Allah ta’ala.

 




Anggunnya Keberanian Seorang Asma binti Abu Bakar

Sebelumnya

Memahami Faedah Bertawakal untuk Membebaskan Diri dari Penderitaan Batin

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Tadabbur