post image
KOMENTAR

DISINYALIR industri fesyen tercatat sebagai penyumbang limbah terbesar yang berpotensi mencemari lingkungan.

Berkaitan dengan hal tersebut,  gerakan sustainable dan ethical fashion terus dikampanyekan para pelaku usaha fesyen.

Salah satunya, Nina Nugroho, pemilik label busana muslimah untuk profesional yang mengangkat konsep modern klasik.

Nina Nugroho mengatakan rotasi koleksi busana yang sangat pesat, trendi, dan harga yang terjangkau membuat konsumen terus memburu produk fast fashion.


Tetapi peningkatan tersebut belum diikuti kesadaran para desainer menerapkan program sustainable dan ethical fashion. 

Menurut Nina disainer yang merancang busana kerja untuk muslimah ini, bahwa konsep yang sekarang sedang dikampanyekan itu memang penting, tapi belum semua desainer bisa mengaplikasikannya.

"Produk kami sudah menerapkan program atau hal-hal tentang sustainable dan ethical berkelanjutan dan punya etika dalam berfashion," kata Nina, kepada wartawan dalam acara ISEF 2019, di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2019). 

Terkait dengan program sustainable dan ethical fashion, Nina sudah menerapkan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

SDM secara kontinyu dibina untuk membuat produk bermutu. Dari sisi desain, Nina menyatakan konsep two in one, satu baju bisa terlihat seperti dua. 


"Konsep ini ramah lingkungan, karena  tidak banyak membuang limbah pakaian ke lingkungan sekitar. Jadi saya  me-reduce pemakaian bahan yang tidak terlihat di bagian belakang. Misalnya tunik dilapisi outer," jelasnya. 

Selain itu,  disainer Nina menerapkan after selling untuk customer yang harganya disesuaikan dengan kondisi barang. 

Untuk mengatasi busana tidak menumpuk di dalam lemari, mulai bulan November ini after selling pakaian yang sudah dibeli dapat menjual kembali bajunya.

"Baju-baju kami beli dan bisa distribusikan untuk dijual kembali after use, atau bisa juga kami sumbangkan kepada  masyarakat yang kurang mampu," pungkas Nina.(F)

Kostum Kekuatan Wanita Batak, Unggul Dalam Ajang Kompetisi Kostum Nasional Miss Supranational 2019, Polandia

Sebelumnya

ISEF 2019 Hasilkan Transaksi Bisnis Senilai Rp 22,63 Triliun

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Fashion World