post image
Sulli/Net
KOMENTAR

KEMATIAN bintang K-pop Sulli menjadi perbincangan hangat di sosial media pada hari ini (Senin, 14/10). Banyak penggemar K-pop yang terkejut dengan kabar duka tersebut.

Wanita 25 tahun itu ditemukan sudah tidak bernyawa di kediamannya di Seongnam, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan awal pekan ini oleh sang manager.

Polisi sendiri masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematiannya. Namun dugaan kuat dia melakukan aksi bunuh diri.

Di tempat kejadian, polisi menemukan sebuah memo yang berisi tulisan tangan sang bintang. Namun polisi mengatakan itu bukan surat bunuh diri.

Polisi juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa wanita yang memiliki nama asli Choi Jin-ri itu menderita depresi berat.

Di masa lalu, Sulli diketahui pernah beberapa kali buka suara ke publik soal depresi yang dialaminya akibat intimidasi dunia maya atau cyberbullying serta pelecehan online.

Pada bulan Juni lalu, Sulli penah menjadi salah satu dari empat co-host dari program variety Korea Selatan The Night of Hate Comments, di mana para tamu selebritas diundang untuk membahas komentar-komentar yang diunggah di media sosial dan memberikan tanggapan mereka.

Pada episode pertama, Sulli dan rekannya membahas komentar jahat tentang diri mereka sendiri. Pada kesempatan itu, Sulli mengatakan dia berharap orang dapat menerima bahwa banyak orang lain yang berbeda.

"Ada begitu banyak tipe orang unik di negara ini dengan begitu banyak bakat dan saya merasa mereka membuangnya dengan memasukkan energi mereka untuk mengkritik orang lain seperti ini secara online," kata Sulli pada saat itu, seperti dimuat Newsweek.

Salah satu komentar jahat di sosial media bahkan menyebut bahwa Sulli menggunakan narkoba. Sulli menanggapinya dengan bantahan.

"Saya tidak melakukan kejahatan apa pun," kata Sulli.

Komentar bernada jahat lainnya juga mengkritik Sulli karena lantang menyuarakan pesan feminisme dengan kampanye tidak menggunakan bra.

"Itu karena saya merasa nyaman seperti itu, tidak mengenakan bra terlihat lebih alami dan lebih cantik," kata Sulli.

"Bra seperti aksesoris bagi saya," sambungnya.

Pada Oktober 2018 dia juga pernah mengungkapkan bahwa dia menderita gangguan panik dan fobia sosial. Dia mengatakan dia menderita gangguan panik sejak dia masih muda.

"Fobia sosial, gangguan panik. Saya mengalami gangguan panik sejak saya masih kecil," ungkap Sulli soal kesehatan mentalnya dalam teaser reality show Jinri Store.

"Bahkan orang-orang dekat pun meninggalkan saya. Saya terluka oleh mereka dan merasa tidak ada orang yang mengerti saya, yang membuat saya berantakan," sambungnya seperti dimuat South China Morning Post.

Sebelumnya juga di masa lalu, Sulli kerap berurusan dengan komentar negatif di sosial media, khususnya di Instagram, di mana ia memiliki enam juta pengikut.

Situs web Aju Business Daily pernah melaporkan pada tahun 2016 bahwa unggahan Sulli pada platform tersebut sering mendapat kritikan, termasuk klaim bahwa dia tengah melakukan pelecehan seksual.

Belajar dari kasus kematian Sulli, cyberbullying tidak bisa dipandang sebelah mata.

Untuk diketahui, cyberbullying adalah intimidasi yang terjadi pada perangkat digital seperti ponsel, komputer, dan tablet.

Perilaku yang dianggap sebagai cyberbullying termasuk mengirim, memposting, atau berbagi konten negatif, berbahaya, palsu, atau konten berarti tentang orang lain. Hal ini dapat mencakup berbagi informasi pribadi atau pribadi tentang orang lain.

Menurut situs Very Well Family, dampaknya akan berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan mental seseorang, seperti menyebabkan rasa malu atau penghinaan, serta rentan dan tidak berdaya.

Bukan hanya itu, cyberbullying juga bisa menyebabkan seseorang merasa terekspos dan dihina. Karena terjadi di dunia maya, intimidasi semacam itu bahkan bisa terasa permanen.

Kehilangan Tangan Dan Kaki Sejak Kecil, Pemuda Ini Berhasil Jadi Atlet Renang Profesional

Sebelumnya

Membanggakan! Claudia si Gadis Cirebon Juarai The Voice of Germany

Berikutnya

KOMENTAR ANDA