Antony Blinken menemui Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh, Saudi Arabia (5/2)/Reuters
Antony Blinken menemui Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh, Saudi Arabia (5/2)/Reuters
KOMENTAR

KEMENTERIAN Luar Negeri Arab Saudi pada Rabu (7/2) menegaskan kepada Amerika Serikat tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel kecuali negara Palestina merdeka diakui berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur dan agresi Israel di Jalur Gaza dihentikan.

Sebelumnya, juru bicara Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan bahwa pemerintahan Biden telah menerima tanggapan positif bahwa Arab Saudi dan Israel bersedia untuk terus melakukan diskusi normalisasi, demikian dilaporkan Reuters.

Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan pernyataan tersebut untuk menegaskan sikap teguhnya terhadap Washington mengenai masalah Palestina sehubungan dengan komentar yang dikaitkan dengan Kirby, kata kementerian tersebut.

Gagasan Israel dan Arab Saudi untuk secara resmi mempererat hubungan telah menjadi perbincangan sejak Saudi memberikan persetujuan diam-diam kepada negara tetangga di Teluk, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, yang menjalin hubungan dengan Israel pada tahun 2020.

Arab Saudi menunda rencana yang didukung AS untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Keberatan Arab Saudi itu semakin terlihat ketika perang antara kelompok militan Palestina Hamas dan pasukan Israel meningkat.

Israel memulai serangan militernya di Gaza setelah militan Hamas menewaskan 1.200 orang dan menyandera 253 orang di Israel selatan pada 7 Oktober.




Din Syamsuddin Jadi Pembicara dalam Sidang Grup Strategis Federasi Rusia-Dunia Islam di Kazan

Sebelumnya

Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” Karya Teguh Santosa Hadir di Pojok Baca Digital Gedung Dewan Pers

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News