Pengamat sebut mustahil Starlink bisa dipasang di Gaza/Reuters-Shutterstock
Pengamat sebut mustahil Starlink bisa dipasang di Gaza/Reuters-Shutterstock
KOMENTAR

SAAT Gaza mengalami pemadaman komunikasi total pada hari Jumat (27/10), sebuah kampanye mulai menjadi tren di platform media sosial, menyerukan Elon Musk untuk memberi daya pada wilayah yang dibombardir itu dengan internet Starlink.

Meskipun layanan telekomunikasi telah pulih di Gaza, seruan untuk bantuan internet Starlink terus berlanjut.

Usaha internet satelit yang dioperasikan oleh SpaceX terdiri dari “konstelasi ribuan satelit” yang mengorbit sangat dekat dengan Bumi pada jarak sekitar 550 km (340 mil) dari permukaan, sehingga memudahkan penyediaan layanan internet di wilayah pedesaan dan terpencil di dunia di mana terminal internet dan kabel tidak kuat.

CEO SpaceX Musk awalnya menanggapi postingan yang menyerukan dukungan Starlink untuk Gaza, dengan mengatakan bahwa tidak jelas siapa yang memiliki otoritas untuk jalur darat di daerah kantong yang terkepung dan bahwa tidak ada terminal dari Gaza yang mencoba berkomunikasi dengan konstelasi Starlink.

Setelah seruan Musk untuk mendukung komunikasi di Gaza melalui Starlink mendapatkan momentum, pengusaha tersebut mengumumkan bahwa Starlink akan mendukung konektivitas ke organisasi bantuan yang diakui secara internasional di Gaza.

Bisakah Starlink berfungsi di Gaza?

Meskipun tagline Starlink adalah “connectivity where you least expect it”, profesor Kajian Timur Tengah di Universitas Hamad Bin Khalifa yang berbasis di Doha Marc Owen Jones tidak yakin apakah hal tersebut dapat berhasil di Gaza.

“Kami telah melihat 500.000 postingan di X yang mengatakan Starlink harus memberi daya pada Gaza. Namun masyarakat tidak menyadari bahwa ‘Starlink untuk Gaza’ adalah suatu kemustahilan,” katanya seperti dilansir Al Jazeera (29/10).

“Terminal atau antena Starlink di Gaza akan sulit untuk diselundupkan dan didistribusikan dalam skala besar. Pemerintah Israel kemungkinan tidak akan mengizinkan impor legal,” lanjutnya.

“Tetapi katakanlah Starlink masuk. Bagaimana cara menyalakannya? Tidak ada bahan bakar di Gaza saat ini.”

Jalur Gaza berada di bawah blokade Israel sejak tahun 2007. Israel mengontrol wilayah udara dan perairan Gaza, serta mengatur semua barang dan jasa yang masuk dan keluar melalui dua dari tiga titik penyeberangan perbatasan Gaza. Penyeberangan ketiga dikuasai oleh Mesir.

Owen Jones juga mencatat bahwa jaringan Starlink bergantung pada stasiun bumi yang memerlukan persetujuan di Gaza, yang menurutnya tidak mungkin terjadi dalam situasi saat ini.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News