Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (berkemeja putih)/Bisnis
Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (berkemeja putih)/Bisnis
KOMENTAR

PENUNTASAN stunting di berbagai daerah di Tanah Air memang masih menjadi masalah. Setiap pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten fokus mengejar target penuntasan stunting untuk bisa menghadirkan generasi emas Indonesia tahun 2045.

Salah satunya dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah menuntaskan 9.000 kasus stunting dari total 22.000 kasus stunting.

“Adapun untuk kasus rawan gizi, dari total 23.000 kasus, sudah terselesaikan 13.000 kasus rawan gizi,” ujar Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Kamis (12/10).

Untuk pengentasan angka stunting dan rawan gizi, Pemprov DKI Jakarta terus bersinergi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan menjalankan program “Jakarta Beraksi”. Program tersebut adalah pemberian asupan makanan yang dimasak oleh para kader Posyandu.

Selain itu, ada pula pemberian makanan tambahan maupun kegiatan laindi Puskesmas dan kelurahan bagi ibu hamil dan balita yang bertujuan untuk percepatan penurunan angka stunting. Juga dengan menghadirkan stunting.jakarta.go.id untuk memantau pengentasan stunting di Jakarta.

Pj Gubernur DKI Jakarta telah mengunjungi Puskesmas dan Posyandu untuk meninjau kasus stunting di ibu kota sejak Rabu (11/10), yaitu Puskesmas Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

Upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengentaskan stunting didukung penuh DPRD DKI Jakarta. Pemprov diharapkan dapat menjalankan penanganan permasalahan gizi balita secara komprehensif untuk mewujudkan Jakarta bebas stunting.

Menurut Pj Gubernur Heru, pemerintah akan melalukan intervensi dan ‘jemput bola’ untuk memastikan penanganan stunting tepat sasaran.




Menkes Budi: Deteksi Dini Kanker Bisa Dilakukan di Puskesmas

Sebelumnya

Pentingnya Kesehatan Mental Ibu Melahirkan, RS Marzoeki Mahdi & King’s College London Hospital Tanda Tangani Kerja Sama

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News