Layanan bus TransJakarta ke Bandara Soekarno Hatta akan dikenakan tarif sebesar Rp5.000/Net
Layanan bus TransJakarta ke Bandara Soekarno Hatta akan dikenakan tarif sebesar Rp5.000/Net
KOMENTAR

SETELAH beberapa saat menggratiskan tarif bus TransJakarta menuju Bandara Soekarno Hatta, kini Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana akan menetapkan tarifnya. Besaran tarif, disampaikan Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, adalah Rp5.000. Usulan ini sudah melalui pembahasan tingkat Pemprov DKI Jakarta dan segera diusulkan ke DPRD Jakarta.

Adapun besaran tarif tersebut hanya untuk bus rute Kalideres-Bandara Soetta. Sedangkan rute lainnya, ongkos masih normal. Liputo beralasan, besaran ongkos tersebut mengingat layanannya antar provinsi.

“Suratnya sedang berproses, kita harapkan tidak terlalu lama untuk pembahasan lebih lanjut. TransJakarta sedang melakukan proses pengurusan izin, yang ditujukan kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek. Nanti setelah izinnya terbit, baru akan kita formalkan,” ujar Liputo usai upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sein (18/9).

Penetapan tarif Rp5.000 ini juga atas usulan Dewan Transportasi Kota, dari Peraturan Daerah Nomor 5/2014 tentang Transportasi Kota Kisaran Tarif Angkutan Umum, juga Perda No 10/2014 tentang tarif subsidi harus menpadatkan persetujuan DPR.

Bangun 4 halte menuju JIS

Sementara itu, jelang pelaksanaan Piala Dunia U-17, PT Transportasi Jakarta membangun empat halte BRT koridor 14 yang akan menuju Jakarta International Stadium (JIS). Pembangunan empat koridor baru itu untuk membantu mobilitas warga yang ingin menyaksikan perhelatan bersejarah tersebut.

Adapun halte yang dibangun adalah Halte Tanah Tinggi, Benyamin Suaeb, Danau Sunter Barat A dan Danau Sunter Barat B.

Direktur Utama PT TransJakarta Welfizon Yuza menjelaskan, empat halte tersebut ditargetkan selesai pada akhir Oktober, sehingga saat pelaksanaan Piala Dunia U-17 di November mendatang, jalur tersebut sudah bisa dilewati.




Bikin Romantis, Negara Dongeng Republik Naminara di Korea

Sebelumnya

Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News