Foto satelit memperlihatkan lokasi berlangsungnya festival Burning Man di Nevada, AS, 29 Agustus 2023. (Satellite image ©2023 Maxar Technologies / AFP)
Foto satelit memperlihatkan lokasi berlangsungnya festival Burning Man di Nevada, AS, 29 Agustus 2023. (Satellite image ©2023 Maxar Technologies / AFP)
KOMENTAR

PINTU GERBANG tempat diselenggarakan Festival Burning Man di Black Rock ditutup karena hujan deras melanda wilayah setempat dengan hebat. 

Seketika lokasi berubah menjadi lubang lumpur raksasa setelah diguyur hujan lebat. Lebih dari 70.000 pengunjung festival Burning Man di Nevada, Amerika Serikat (AS), terjebak di gurun berlumpur yang tergenang air di Nevada. 

"Jangan bepergian ke Kota Black Rock!" cuitan penyelenggara Burning Man.

"Akses ke kota ditutup selama sisa acara, dan Anda akan ditolak."

Dilansir AFP, Senin (4/9) menyebutkan penyelenggara mendesak pengunjung festival yang sudah berada di lokasi untuk "menghemat makanan, air dan bahan bakar, serta berlindung di tempat yang hangat dan aman.

Mereka mengatakan hujan kemungkinan besar tidak akan berhenti hingga Minggu malam. Festival ini dijadwalkan berakhir pada hari Senin.

Karena hujan lebat, "playa", lapangan terbuka besar tempat acara berlangsung, tidak dapat dilewati.

Namun berbeda di tahun 2022 lalu. Di mana gelombang panas melanda hebat hingga  festival ini harus rela menahan panasnya cuaca disertai angin kencang. Sehingga menyulitkan para "pembakar", sebutan bagi pengunjung festival.

Sebagai informasi, festival ini sudah ada sejak 1986 di San Francisco, Burning Man bertujuan untuk menjadi perayaan budaya dan retret spiritual.

Bermula lokasi tempat diselenggarakan persis di bibir pantai San Fransisco, Burning Man ditetapkan sebagai festival rutin dan terjadwal. Produksi hampir memakan biaya US$45 juta (angka tahun 2018) dan lebih dari 75 ribu peserta pada event terakhir. 

Jumlah peserta sempat turun drastis di saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Sehingga harus membuat peserta tidak dapat ikut pada 2019 lalu.

Festival ini mencapai puncaknya setiap tahun dengan upacara pembakaran patung setinggi 40 kaki (12 meter).




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News