Ilustrasi pekerja/Pixabay
Ilustrasi pekerja/Pixabay
KOMENTAR

STRES dalam pekerjaan tidak boleh melumpuhkan kita.

Jika kita mulai merasakan ketidaknyamanan dalam bekerja, segeralah tanyakan kepada diri kita beberapa pertanyaan berikut ini.

Mengapa saya bisa merasa seperti ini?

Di mana minat saya sebenarnya?

Apa yang mesti saya ubah agar tidak lagi mengerjakan hal yang sama?

Setelah itu, ada hal yang mesti kita lakukan.

Jika yang menyebabkan stres adalah ambiguitas dalam pekerjaan, maka kita dapat menetapkan batasan yang jelas.

Jika yang menyebabkan stres adalah banyak orang berbicara di belakang orang lain, maka lebih baik kita menjauh.

Dan jika masalah yang menyebabkan stres adalah toxic leadership, maka ini saatnya mulai mencari hal lain yang lebih berharga untuk dikejar.

Kita sebagai manusia sejatinya memiliki kekuatan lebih dari yang kita pikirkan untuk memengaruhi dan memicu perubahan positif di sekitar kita.

Namun di saat yang sama, kita juga perlu menghemat energi dengan meyakinkan diri: apakah pekerjaan ini benar-benar layak?

Jika jawabannya ya, maka kita pasti bisa beradaptasi untuk menerima dan mengatasi ketidaknyamanan yang ada. Kita hanya perlu fokus pada apa keuntungan yang kita peroleh dari pekerjaan itu. Entah gaji, jaringan, atau ilmu.

Jika memang tidak layak dikejar, maka jangan paksa diri kita untuk berkompromi lebih lama. Saatnya untuk mencari yang lebih membahagiakan.

Selama kita mencoba mencari tempat berlabuh yang baru, jangan biarkan diri kita larut dalam stress.

-Cucilah tangan dan muka dengan air dingin saat kita merasakan gejolak emosi yang sulit dikendalikan. Hal ini akan membantu kita berpikir lebih jernih.

-Mendengarkan suara atau musik yang menenangkan. Ada beberapa jenis musik yang bisa kita dengarkan untuk menghilangkan stres di saat bekerja. Buatlah diri kita relaks dan nyaman.

-Berolahragalah saat stres. Bermain tenis, badminton, senam zumba, atau berenang, bisa menjadi pelepasan emosi yang positif. Atau, kita bisa menari untuk menghilangkan kepenatan.




Film Horor dan Dampak Psikologisnya terhadap Anak

Sebelumnya

Tidak Mendapat Hak Waris, Ini yang Nanti Diterima Anak Adopsi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Family