KOMENTAR

PELAKSANAAN salat Idul Adha 1444 H di Istana Kepresidenan Yogyakarta pada Kamis, 29 Juni 2023 yang diikuti Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi menghadirkan khutbah yang disampaikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam di Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Jauhar Mustofa.

Pada khutbah Idul Adha tersebut, Jauhar Mustofa mengambil tema “Semangat Berkurban dan Ketaatan Nabi Ismail as.”. Jauhar menjelaskan 7 (tujuh) hikmah dari disyariatkannya berkurban di Hari Raya Idul Adha yang menegaskan keimanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Pertama, belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tentang bagaimana menjaga totalitas beribadah dan menjaga syariat. Itulah totalitas dalam menjalankan ketaatan dan menaati perintah Allah dan Rasulnya.

Kedua, menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. serta menambah keyakinan dan rasa berserah diri kepada Allah Swt. atas takdir atau ketentuan Allah.

Ketiga, kita menyadari bahwa keyakinan kepada Allah Swt. pasti akan mengganti harta yang kita gunakan untuk berkurban dengan yang lebih baik, lebih banyak, dan lebih berkah.

Keempat, Idul Adha adalah tentang berbagi dengan kaum duafa, masyarakat, dan lingkungan berlandaskan keyakinan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, dan semua akan kembali kepada Allah Yang Maha Pemberi rezeki.

Kelima, menyadarkan kita bahwa harta hanyalah titipan dan amanah dari Allah yang harus kita jaga, Kelola, dan tunaikan dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat.

Keenam, Idul Adha menyimpan hikmah bahwa semua manusia sama kedudukannya di hadapan Allah Swt. Yang membedakan hanya kadar keimanan dan ketaatan masing-masing.

Ketujuh, tentang kewajiban haji yang disyariatkan Islam juga berkurban bagi yang mampu secara materi, fisik, dan kesehatan, itu semua semata bisa diwujudkan dengan ketetapan karunia Allah. Dan ujungnya adalah untuk menjadikan rasa syukur kita makin bertambah dari waktu ke waktu.




Anggunnya Keberanian Seorang Asma binti Abu Bakar

Sebelumnya

Memahami Faedah Bertawakal untuk Membebaskan Diri dari Penderitaan Batin

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Tadabbur