Iriana Joko Widodo melakukan potong tumpeng saat menghadiri peringatan HKG PKK Ke-51 di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/5)/Net
Iriana Joko Widodo melakukan potong tumpeng saat menghadiri peringatan HKG PKK Ke-51 di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/5)/Net
KOMENTAR

BIDANG I OASE KIM membagikan buku ke sejumlah madrasah di Medan. Kegiatan dipusatkan di MIN 1 medan. Donasi diwakili Ketua Bidang I OASE KIM Eny Retno Yaqut.

“Kedatangan saya di sini pertama adalah untuk silaturrahmi dengan bapak ibu dan yang kedua mewakili Ketua Bidang I OASE KIM Ibu Franka Makarim. Saya mewakili beliau untuk menyampaikan donasi buku dari OASE KIM,” kata Eny.

Buku-buku yang didonasikan ke madrasah-madrasan tersebut adalah mushaf Al-Qur’an, Buku Cintaku untuk Pertiwi (vol 1-10), Buku Pelajar Pancasila, komik moderasi beragama, dan buku pemberdayaan orang tua.

“Memang ilmu itu bisa didapat dari mana saja, termasuk dari YouTube, internet dan lain-lain. Tapi ada yang di dalam buku, tapi tidak didapatkan dari lainnya, yaitu imajinasi. Dengan membaca buku, kita bisa memainkan imajinasi sebebas-bebasnya. Itu yang nanti akan membuat anak-anak menjadi semakin pintar,” demikian Eny, menyemangati siswa-siswi MIN 1 Medan.

Hadiri HKG PKK Ke-51

HARI Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke-51 tahun ini diperingati di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, Sumatera utara, Rabu (17/5). Bersama dengan Ibu Wury Ma’ruf Amin dan pada anggota Organisasi Aksi Silidaritas Era Kabinet Indonesia maju (OASE KIM), Ibu Iriana Joko Widodo ikut memeriahkannya.

Dalam sambutannya, Iriana mengucapkan selamat kepada seluruh tim penggerak PKK. Ia juga berpesan bahwa gerak PKK harus mengedepankan pronsip kerja partisipatif.

“Saya mengucapkan selamat hari kesatuan gerak PKK. Gerakan PKK ini tumbuh dari bawah, mengedepankan prinsip kerja partisipatif, sehingga membutuhkan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat,” kata iriani.

Tak lupa, ia juga berterima kasih karena PKK kerjanya melebih pegawan negeri, tanpa digaji, tanpa lelah, namun selalu bersemangat jika ada lomba-lomba yang diselenggarakan.

Pada kesempatan itu, Iriana berdialog dengan sejumlah kader PKK. Ia mengapresiasi semangat para kader yang sudah bekerja tanpa kenal lelah.

Salah satu kader bernama Ibu Gandaria, yang telah bergabung dan membaktikan dirinya pada PKK sejak 1978, menyatakan akan terus aktif berperan meski usia sudah tidak muda lagi.

“Sampai nanti umur saya barangkali kalau diterima Tuhan, sampai 80 (tetap bergabung, ya Bu,” ucap gandaria.

Dan, Irianya menimpali, “Memang, kader PKK semangatnya tanpa lelah. Yang pasti, hidup jaya PKK. Terima kasih Ibu, semangat PKK ya Bu. Terus lanjutkan tanpa lelah, umut tidak menjadi masalah”.

 




Pembatalan Kenaikan UKT oleh Menteri Nadiem Tidak Menyelesaikan Masalah

Sebelumnya

Menteri Nadiem Batalkan Kenaikan UKT

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News