KOMENTAR

PESAN Nabi Muhammad saw. cukup menggetarkan.

Setelah beliau wafat maka masih ada cobaan besar yang mendatangkan mudarat bagi laki-laki, dan siapa sangka kalau cobaan seberat itu adalah perempuan.

Tentunya Rasulullah bukan seorang misoginis (pembenci perempuan) terlebih dalam banyak hadisnya beliau senantiasa mendukung hak-hak perempuan dan sepanjang hayatnya senantiasa membela kaum hawa.

Karena itulah menjadi menarik untuk menyelami pesan rahasia Nabi Muhammad untuk menemukan hikmah terindah.

Haya binti Mubarak AI-Barik dalam Ensiklopedi Wanita Muslimah (2020: 152) menyebutkan:

Dari Usamah bin Zaid, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Aku tidak meninggalkan cobaan sesudahku yang lebih mendatangkan mudarat bagi kaum laki-laki selain perempuan.” (HR. Asy-Syaikhani dan At-Tirmidzi)  

Tanpa dibarengi pemahaman yang utuh, hadis ini bisa langsung menyengat, sebab apa salah perempun sehingga disebut cobaan besar?

Ada suatu analogi yang dapat dijadikan pemantik diskusi: masa ujian kenaikan kelas telah tiba, maka ibu guru mulai merancang soal-soalnya yang rumit, yang membagikan kertas ujian, dan apakah ibu guru itu yang dipandang buruk?

Tidak.

Ibu guru hanya menjalankan tugasnya, artinya tidak ada kesalahan dirinya dengan adanya ujian. Karena ujian itu suatu keniscayaan, dan untuk bisa naik kelas mau tidak mau ujian mestilah dilalui. Ibu guru tersebut tidak tercela sama sekali, sebab ia hanya menunaikan peran yang diamanahkan padanya.

Sebagaimana Haya binti Mubarak AI-Barik (2020: 152) menjelaskan:

Keberadaan wanita sebagai cobaan tidaklah boleh membuat mereka berang, sebab karena memang begitulah sifat keberadaannya. Sifat wanita yang lembut, memiliki keelokan dan pesona akan menarik hasrat kaum laki-laki. Dari sinilah maka keberadaan mereka sebagai cobaan. Jika mereka tahu hal ini, maka mereka harus menjaga dirinya untuk membendung cobaan ini, demi mencari keridaan Allah.

Keberadaan mereka dianggap mendatangkan mudarat, karena birahi kaum laki-laki lebih cenderung kepada perempuan. Di samping itu, seringkali terjadi pelanggaran yang haram, permusuhan, hingga pembunuhan karena perempuan.

Ada beberapa poin yang menarik dibahas:

Pertama, perempuan perlu memelihara diri atas kelebihan yang dimilikinya, baik itu kecantikan, kelembutan dan keindahan adalah anugerah yang bisa juga menjadi musibah. Kelebihan perempuan bisa saja menjadi kelemahan bagi kaum lelaki, maka bantulah kaum Adam menghadapi cobaan yang berat ini dengan cara perempuan memelihara segala potensi keindahan yang dimilikinya.

Kedua, perempuan dapat mengemban suatu misi mulia, yakni membantu kaum lelaki supaya lulus menempuh cobaan demikian berat. Walau bagaimana pun laki-laki adalah satu-satunya pasangan sah perempuan, dan sangat masuk akal apabila perempuan tidak menyia-nyiakan potensi dirinya untuk membantu meluluskan pasangannya itu.

Setidak-tidaknya perempuan tidak menggoda laki-laki jangan sampai tergelincir kepada peran yang justru menyesatkan kaum Adam. Kecantikan, kelembutan, dan berbagai keindahan yang membalut diri perempuan jangan disalahgunakan demi keuntungan sesaat.

Besarnya ketertarikan lelaki terhadap perempuan hendaknya turut dikontrol oleh kaum hawa agar berada dalam level yang normal. Boleh saja seorang pria terpesona dengan wanita, tetapi harus dipahami bahwa perempuan hanya dapat memiliki dengan cara yang halal, dengan menikahinya secara sah.

Segala macam hubungan di luar itu, entah teman tapi mesra, selingkuhan, apalagi perzinaan merupakan di antara penyebab kehancuran lai-laki dalam menghadapi cobaan hidup.

Akhirnya, jangan salahkan perempuan jika dirinya disebutkan oleh Nabi Muhammad sebagai cobaan. Karena itulah bagian dari amanah yang mesti kaum hawa jalankan di muka bumi ini.

Mudarat yang disebut-sebut Rasulullah itu bukanlah menyudutkan diri perempuan, melainkan keadaan buruk dari lelaki yang tidak lulus menghadapi cobaan dunia tersebut.

Sementara itu, perempuan pun tidak perlu merasa terusik apalagi terganggu dengan sebutan diri mereka sebagai cobaan bagi lelaki. Karena sebutan itu sama sekali tidak menjelekkan perempuan dan tidak pula bermaksud buruk.

Jalani sajalah hidup secara terhormat, dan peliharalah diri dari ekses-ekses negatif dari para lelaki yang tidak mampu mengendalikan diri atas keindahan perempuan.




Apa Hubungan Bersyukur dengan Percaya Diri bagi Seorang Muslimah?

Sebelumnya

Surah Al-Waqiah dan Ketenteraman Jiwa Seorang Muslim

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Tadabbur