Juara dunia taekwondo asal Australia/ Herald Sun
Juara dunia taekwondo asal Australia/ Herald Sun
KOMENTAR

BERDARAH Polandia, Carmen Marton adalah juara dunia taekwondo pertama dari Australia. Dia memenangkan medali emas kelas ringan putri dalam Kejuaraan Taekwondo Dunia tahun 2013. Dalam laga bersejarah tersebut, Carmen mengalahkan Kim Huy Lan dari Korea.

Tak hanya Carmen, orang tua, saudara kandungnya yaitu Jack dan Caroline, serta suaminya, Safwan Khalil adalah atlet taekwondo. Dan mereka semua memenangkan medali emas dalam Pasific Games tahun 2015. Carmen dan Safwan juga menjadi perwakilan Australia untuk Olimpiade Musim Panas tahun 2012. Carmen adalah atlet Australia yang sudah mengikuti 3 kali Olimpiade.

Mulai berlatih taekwondo sejak usia 8 tahun, Carmen kecil dilatih langsung oleh sang ayah yang memang seorang atlet taekwondo Polandia

Hubungannya dengan Safwan selama beberapa tahun akhirnya berujung pada keputusan Carmen memeluk agama Islam di tahun 2009. Keduanya menikah menggunakan tata cara Islam.

Carmen pertama kali bertemu Carmen di Kejuaraan Taekwondo Dunia Junior tahun 2002. Mereka sering bertemu saat mengikuti berbagai kompetisi taekwondo.

Carmen sangat terpukau dengan kepribadian Safwan yang hangat, lucu, dan menawan. Olimpiade 2012 tak hanya menjadi momen istimewa bagi keduanya tapi juga menjadi pertemuan kedua keluarga besar. Saat ini Carmen dan Safwan tak terpisahkan selama hampir 2 dekade.

"Cerita tentang proses mengenal dan meyakini Islam memang mengejutkan diri saya sendiri," ucap Carmen menggambarkan perjalanan hidupnya untuk menjadi mualaf.

Dalam bidang pendidikan, Carmen mengantongi gelar Bachelor of Exercise and Sport Science dari Deakin University. Motto hidupnya adalah "kerja keras dan ambisi akan melampaui kemampuan alami (bakat)" dan itu dibuktikan dengan perjuangannya dalam dunia taekwondo.

Perjuangan Carmen kemudian bertambah luas. Bukan hanya bertarung dalam balutan seragam taekwondo, melainkan dalam advokasi perempuan. Dia bersama Kate McAdam memimpin kampanye untuk memberdayakan para perempuan yang menderita trauma masa lalu berupa KDRT melalui taekwondo sebagai kekuatan penyembuhan.

Pink Belt Project adalah nama beasiswa satu tahun latihan taekwondo gratis yang diperuntukkan bagi perempuan yang membutuhkan penyembuhan trauma.




Masnu’ah, Pahlawan Ketidakadilan Gender di Pesisir Demak

Sebelumnya

Bangkit dari Titik Terendah, Sri Mulyani Ingat Pesan Ibu untuk Berpegang Teguh pada 3 Hal Ini

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Women