Memakai masker, salah satu cara melindungi anak dari virus Corona/Net
Memakai masker, salah satu cara melindungi anak dari virus Corona/Net
KOMENTAR

COVID-19 terus bergerak cepat menginfeksi banyak warga Indonesia. Angka kasus positif mencapai ribuan per hari. Jumlah ini sangat mengkhawatirkan, terutama pada warga yang belum mendapat vaksinasi, serta kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Memang, gejala subvarian XBB ini tidak terlalu fatal ketika menginfeksi. Namun menurut Jubir Kementerian Kesehatan RI M Syahril, sifatnya lebih menular dibandingkan pendahulunya, yaitu BA.4 dan BA.5. Jadi, lansia dan anak-anak yang merupakan kelompok rentan, sangat mungkin terinfeksi, apalagi jika tidak menerapkan protokol kesehatan di ruang publik.

Gejala Covid-19 XBB pada anak

Mengutip Childrens Health, karena subvarian ini masih berasal dari keluarga Omicron, maka gejala yang dapat dirasakan oleh anak-anak adalah:

  • Demam dengan suhu di atas 38 derajat celcius.
  • Hidung tersumbat atau pilek.
  • Batuk.
  • Diare.
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot atau tubuh.
  • Mual atau muntah.
  • Kehilangan indera perasa dan penciuman.
  • Sesak napas.
  • Sakit tenggorokan.

Jika kondisinya semakin parah, anak dapat merasakan gejala seperti nyeri dada seperti tertekan, gangguan tidur, warna kulit dan kuku lebih pucat dari biasanya, dan dehidrasi (bibir pecah-pecah, mata kering, dan volume urin berkurang).

Karena saat ini sedang memasuki musim penghujan, gejala yang muncul dari Covid-19 XBB mirip dengan flu, tidak ada salahnya melaporkan anak ke dokter untuk memastikan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Penting untuk melengkapi dosisi vaksin, terutama untuk anak usia 6 ke atas, guna menjaga imunitas tubuh dan mengurangi gejala yang ditimbulkan dari Covid-19 tersebut.

Ajari pula anak-anak untuk menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan, baik di dalam maupun di luar rumah. Disiplinkan untuk menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun.

Dan, jaga selalu kesehatan mental agar anak tidak mudah stres atau merasa sedih. Stres atau sedih dapat membuat imunitas anak menurun, sehingga rentan sekali terinfeksi virus atau bakteri. Asupan makanan yang bergizi juga diperlukan untuk mempertahankan imunitas.




IDAI: Terapi Vitamin A untuk Anak dengan Campak, Perhatikan Dosisnya!

Sebelumnya

Anak Stunting Rawan Tertular TBC, Benarkah?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Health