Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

VARIAN baru dari virus corona, Omicron, menyebar lebih cepat daripada jenis Delta yang telah menyebabkan gelombang baru Covid-19 di banyak negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, jumlah infeksi Omicron terus berlipat ganda dalam 1,5 hingga 3 hari.

Lewat laporannya pada Sabtu (17/12), WHO menyebut ada bukti yang konsisten bahwa Omicron memiliki keunggulan pertumbuhan substansial di atas Delta.

"Ini menyebar secara signifikan lebih cepat daripada varian Delta di negara-negara dengan transmisi komunitas yang telah terdokumentasi, dengan waktu dua kali lipat antara 1,5 hingga 3 hari," kata WHO, seperti dikutip ANI News.

Hingga per 16 Desember, varian Omicron telah diidentifikasi di 89 negara di enam wilayah di dunia.

"Omicron menyebar dengan cepat di negara-negara dengan tingkat kekebalan populasi yang tinggi dan masih belum pasti sejauh mana pertumbuhan cepat dapat diamati, termasuk dikaitkan dengan penghindaran kekebalan, peningkatan penularan intrinsik atau kombinasi keduanya," jelas WHO.

Namun, mengingat data yang tersedia saat ini, WHO mengatakan, kemungkinan Omicron akan melampaui Delta di mana transmisi komunitas terjadi.

Meski begitu, WHO menekankan, data masih terbatas untuk mengetahui tingkat keparahan Omicron. Sehingga lebih banyak data diperlukan untuk memahami profil keparahan dan bagaimana tingkat keparahan dipengaruhi oleh vaksinasi dan kekebalan yang sudah ada sebelumnya.

Menurut WHO, sejauh ini, rawat inap di Inggris dan Afrika Selatan terus meningkat dan mengingat jumlah kasus yang meningkat pesat, ada kemungkinan bahwa banyak sistem perawatan kesehatan menjadi kewalahan dengan cepat.




Menkes Budi: Deteksi Dini Kanker Bisa Dilakukan di Puskesmas

Sebelumnya

Pentingnya Kesehatan Mental Ibu Melahirkan, RS Marzoeki Mahdi & King’s College London Hospital Tanda Tangani Kerja Sama

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News