post image
Ilustrasi vaksin corona/ Net
KOMENTAR

PERHARI ini pemerintah membuka layanan Vaksinasi Gotong Royong (VGT) Individu. Vaksinasi Covid-19 ini berbayar dan digelar di sejumlah Klinik Kimia Farma yang ada di beberapa wilayah DKI Jakarta, Semarang, Solo, Bali, serta Surabaya.

Vaksin individu ini menggunakan vaksin Sinopharm, Novavax, Sputnik V, dan Moderna. Vaksin-vaksin tersebut dibuat oleh produsen yang berbeda-beda.

Yuk kita simak, apa saja kelebihan dan kelemahan empat vaksin individu ini.

1. Novavax
Vaksin Novavax atau NVX-CoV2372 sudah menjalani ujiklinik fase 3 di Inggris dan fase 2b di Afrika Selatan. Vaksin ini mengandung protein subunit yang dibuat khusus untuk menyerupai protein yang ada pada virus Corona.

Novavax juga mengandung matrix-M yang ditambahkan untuk meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh dan kadar antibodi

Menurut hasil ujiklinis fase tiga di Inggris, vaksin ini memiliki nilai efikasi sebesar 89,3 persen.

Walau begitu, vaksin ini baru bisa disuntikkan kepada orang dewasa dan belum ada ujiklinis terhadap ibu hamil serta menyusui.

Dosis vaksin Novavax dalam sekali suntik adalah 0,5 ml dan diberikan dalam 2 dosis dengan rentang waktu 21 hari.

Sebelum menerima vaksin Novavax, ada baiknya:

• Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki, karena vaksin ini tidak boleh diberikan kepada orang yang alergi.

• Beri tahu dokter jika sedang hamil atau merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui.

• Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, termasuk suplemen atau obat herbal.

• Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita ISPA, kelemahan pada sistem kekebalan tubuh, demam, diabetes, hipertensi, penyakit autoimun, penyakit ginjal, paru, jantung, atau kelainan darah.

• Beri tahu dokter bila Anda adalah penyintas Covid-19.

• Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi.

2. Sinopharm
Vaksin buatan China National Pharmaceutical Group ini diberi nama BBIBP-Corv. Sinopharm berisi virus Corona yang dimatikan (inactivated virus) yang bekerja dengan memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat melawan virus.

Dari hasil ujiklinik yang dilakukan di Uni Emirat Arab, Maroko, Mesir, Bahrain, Jordan, Pakistan dan Argentina, vaksin ini memiliki efikasi sebesar 79,34 persen.

Sinopharm aman disuntikkan pada orang dewasa usia 18 hingga 69 tahun, namun belum aman untuk ibu hamil dan menyusui.

Sama seperti Novavax, Sinopharm juga diberikan dalam 2 dosis dengan jarak 21 hari. Dosis sekali suntik adalah 0,5 ml.

Sebelum vaksinasi dilakukan, sebaiknya ceritakan tentang riwayat alergi Anda. Beritahu pula ke dokter jika Anda sedang demam, sesak napas, batuk, dan gejala Covid-19, karena vaksin ini tidak boleh diberikan kepada penderita Covid.

Beritahu pula jika Anda sedang menjalani terapi dengan obat imunosupresan, atau sedang menderita autoimun, menjalani terapi dengan obat imunosupresif atau kemoterapi, atau baru saja menjalani transplantasi organ.

Ceritakan pula jika Anda sedang hamil, menyusui atau sedang merencanakan kehamilan. Begitu pula saat Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal apapun.

Beri tahu tentang riwayat kesehatan, apakah sedang atau pernah menderita penyakit paru, autoimun, HIV/AIDS, atau kelainan darah.

Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi setelah divaksinasi.

Cukup Sekali Saja, Vaksin Jhonson & Jhonson untuk Siapa?

Sebelumnya

Sebuah Cara Mengenal Penutup Kepala Perempuan Nusantara

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News