post image
Net
KOMENTAR

PENYAKIT autoimun terjadi akibat reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi ini, sistem imun yang seharusnya menjaga imun tubuh dan melindungi tubuh justru berbalik menyerang tubuh.

Tak hanya pada orang dewasa, penyakit autoimun juga bisa terjadi pada anak-anak. Karena gejala yang muncul biasanya bersifat umum atau tak spesifik, tak jarang diagnosis penyakit autoimun pada anak membutuhkan waktu yang lama.

Penyebab pasti sistem imun tubuh bereaksi berlebihan sampai saat ini belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang kemungkinan menjadi penyebab seseorang memiliki penyakit autoimun, antara lain:

Genetik

Faktor genetik diduga dapat menjadi penyebab penyakit autoimun pada anak. Adanya riwayat keturunan pada keluarga inti meningkatkan risiko seorang anak mengalami penyakit autoimun.

Jenis Kelamin

Meski semua jenis kelamin bisa mengalami penyakit autoimun, tetapi beberapa kondisi anak perempuan memiliki risiko 3 kali lebih besar ketimbang anak laki-laki. Contohnya seperti penyakit lupus, setidaknya 85 persen pasien yang terdiagnosis adalah perempuan.

Faktor Lingkungan

Kondisi autoimun biasanya dipicu oleh faktor luar, salah satunya adalah faktor lingkungan. Paparan radiasi, infeksi virus, obat, maupun toksin lainnya bisa menjadi penyebab penyakit autoimun pada anak.

Hormonal

Faktor hormonal diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit autoimun yang menyerang anak. Dugaan sementara adalah adanya hormon seks, kortisol, dan hormon lainnya yang memiliki peran pada sistem imun tubuh, turut berkontribusi juga terhadap kondisi autoimun.

Meski ini masih dugaan, penelitian tentang hubungan hormonal dan penyakit autoimun masih terus dilakukan.

Ada banyak jenis penyakit autoimun pada anak yang sebenarnya banyak terjadi, tetapi jarang Anda dengar. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA)

Penyakit ini terjadi pada 1 dari 1000 anak dan lebih sering terjadi pada anak perempuan. Pada kondisi ini, sistem imun tubuh menyerang sendi, tepatnya di membrane sinovial. Akibatnya muncul peradangan pada sendi. Apabila tidak diterapi, kerusakan sendi dapat terjadi.

Gejala penyakit autoimun pada anak ini, antara lain:

Rasa nyeri.
Kemerahan dan bengkak pada sendi.
Kekakuan pada sendi.
Kesulitan untuk bergerak dan beraktivitas.

2. Diabetes Tipe 1

Ilustrasi Diabetes Tipe 1
Ilustrasi Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem imun si Kecil menyerang sel-sel tubuh pada bagian pankreas, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin.

Penyakit ini membutuhkan terapi insulin seumur hidup untuk mengontrol gula darah anak. Hingga 2017, penyakit ini telah terjadi terjadi pada 1-2 dari 10.000 anak.

Gejala dari autoimun pada anak ini, antara lain:

Rasa haus.
Banyak berkemih.
Cepat lapar.
Berat badan menurun.
Sering lemas.

3. Immune Thrombocytopenia Purpura (ITP)

Close X

Sambiloto Untuk Pencegahan & Pengobatan Covid-19? Ini Faktanya!

Sebelumnya

4 Langkah Mudah Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Health