post image
Foto : Pinterest
KOMENTAR

CLUTCH atau yang kita kenal sebagai tas tangan kian hari semakin marak keberadaannya di dunia fashion. Dilihat di setiap pagelaran busana, fashion item ini seperti sudah menjadi pelengkap busana yang wajib ada dalam padu padan style berbusana. Tapi sebagai pemerhati dan penikmat fashion, tahukah kamu sejarah lahirnya tas tangan mungil ini?

Yuk, simak sekilas tentang lahir dan berkembangnya clutch hingga menjadi favorit banyak perempuan di seluruh dunia.

Awal mula perkembangan tas dimulai sejak abad pertengahan. Para perempuan peradaban Yunani Kuno pada zaman itu memakai kantong kecil yang terbuat dari kulit binatang untuk digunakan sebagai wadah penyimpanan koin. Mereka menyebutnya dengan “Byrsa”.

Lalu pada zaman gothic abad ke-14, orang pada zaman itu menggunakan Byrsa pada “girdle” yang diikatkan di pinggang. Mereka menghias Byrsa dengan sulaman-sulaman dan perhiasan. Hiasan pada Byrsa menampilkan status sosial dari si pemakainya. Semakin rumit hiasan pada Byrza maka semakin tinggi pula derajat kekayaan si pemakainya.

Lalu pada zaman renaissance perkembangan fashion digemparkan dengan adanya gaun-gaun yang mengembang dan besar. Para perempuan menyelipkan Byrza pada bagian saku-saku dari gaun mereka.

Selanjutnya, revolusi industri berkembang dengan pesat pada abad ke 18. Busana dengan siluet ramping menjadi sangat populer pada masa itu. Para perempuan tidak ingin bentuk badan mereka terlihat menggembung dengan menyelipkan kantong kecil, maka dari sini lahirlah evolusi tas tangan pertama. Zaman ini mereka menyebutnya dengan reticule.

Sepanjang tahun 1880 tas tangan mulai diproduksi. Tas tangan diproduksi dari bahan kulit dan diberi pegangan yang disesuaikan untuk perempuan yang suka berpergian. Modelnya dirancang khusus untuk dibawa dengan tangan atau tidak menggunakan strap, hanya dipakai untuk digenggam atau diselipkan di antara lengan.

Gencarnya emansipasi wanita pada tahun 1990an di dunia barat membuat perkembangan tas tangan semakin marak. Para perempuan mulai bekerja di luar rumah dan tas tangan sudah menjadi kebutuhan wajib bagi mereka.

Diproduksi Brand Kelas Dunia

Pada tahun 1950an, tas tangan dengan kualitas mutu tinggi dan model mewah diproduksi oleh brand terkenal seperti Chanel, Louis Vuitton, dan Hermes. Dari sini tas tangan bukan hanya sebagai kebutuhan semata, melainkan sudah menjadi pelengkap berbusana yang fungsional.

Pada tahun-tahun berikutnya, mulai muncul jenis-jenis tas tangan dengan berbagai pilihan. Jenis-jenis tas tangan yang menjadi favorit pada setiap era juga berbeda-beda. Clutches menjadi item wajib pada tahun 1940-an dan 1980-an, tas tangan berbentuk kotak dan pipih hadir di tahun 1930-an, dan pada 1950-an tas tangan yang mendominasi banyak terbuat dari plastik.

Tas dengan model bervariatif semakin berkembang hingga tahun 1990-an. Lalu material tas tangan dari bahan kulit mengawali tren pada akhir abad 20 dan awal abad 21.

Hingga kini clutch masih tetap eksis digunakan oleh para penikmat fashion maupun kalangan umum. Bentuk clutch juga semakin berkembang mulai dari ukuran, bentuk, dan material. Materialnya sangat beragam mulai dari bahan kain, kulit, logam, akrilik, dan bahan lainnya. Bentuk-bentuk yang out of the box juga semakin gencar dibuat oleh para desainer.

Ada clutch yang lebih mengedepankan estetika dibandingkan fungsinya. Ada juga clutch yang menyediakan strap seperti strap kulit, logam, dan sebagainya. Penggunaan clutch kini bukan hanya untuk acara-acara penting saja, untuk bergaya kasual dan santai pun clutch bisa menyempurnakan penampilan.

Saat ini penggunaan clutch tidak diproduksi untuk kaum hawa saja. Beberapa brand tas juga mengeluarkan produk clutch untuk pria seperti Pedro, The Daily Smith, Coach, juga beberapa brand lokal papan atas.(F)

Close X

Gaya Sporty Dan Minimalis Rani Hatta: Makin Kontemporer, Kian Mendunia

Sebelumnya

Chitra Subyakto: Mengeksplorasi Tanpa Henti Kekayaan Wastra Nusantara Lewat ‘Sejauh Mata Memandang’

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Fashion