Salah satu aplikasi pasar barang bekas online yang populer di Korea Selatan, Danggeun Market/Net
Salah satu aplikasi pasar barang bekas online yang populer di Korea Selatan, Danggeun Market/Net
KOMENTAR

PANDEMI virus corona atau Covid-19 yang terjadi di dunia pada tahun ini membawa sejumlah perubahan dalam banyak aspek kehidupan.

Seperti yang terjadi di Korea Selatan. Selama pandemi Covid-19, terjadi semacam tren atau budaya konsumsi baru di mana jual-beli barang secondhand alias barang bekas semakin banyak diminati.

Mengutip kantor berita Korea Selatan, Yohap awal pekan ini, transaksi barang bekas di Korea Selatan mendapatkan momentum di tengah perubahan budaya konsumsi di masyarakat.

Banyak orang di negeri ginseng yang saat ini memandang perdagangan seperti itu sebagai cara berbelanja yang bijaksana dan praktis.

Peningkatan transaksi jual-beli barang bekas bisa dilihat dari semakin berkembangnya platform jual beli barang bekas online. Hal itu terjadi sejalan dengan permintaan yang tinggi untuk perdagangan semacam itu di tengah kemerosotan ekonomi yang dipicu oleh pandemi Covid-19.

"Transaksi barang bekas meningkat ketika ekonomi melambat. Di tengah penurunan pendapatan yang dapat dibuang, permintaan untuk perdagangan barang bekas telah didorong oleh perkembangan aplikasi," kata seorang profesor di Sookmyung Women's University, Suh Yong-gu.

Transaksi di pasar barang bekas Korea Selatan sendiri diperkirakan mencapai sekitar 20 triliun won pada tahun 2018 lalu. Jumlah ini lima kali lebih tinggi dari 10 tahun sebelumnya, yakni 4 triliun won pada tahun 2008. Pada saat itu, Korea Selatan diketahui berada di tengah-tengah krisis keuangan global.

Sementara itu, peneliti pasar Nielsen Koreanclick mengatakan bahwa 10,9 juta orang, atau sekitar 27 persen, dari total pengguna smartphone di Korea Selatan memasang aplikasi pasar jual beli barang bekas pada Juni tahun ini.

Di Korea Selatan sendiri, transaksi online barang bekas dimulai di Korea Selatan pada tahun 2003, ketika platform pasar barang bekas Joonggonara membuka situs komunitas online di portal internet No. 1 negara itu, Naver.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News