post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

VIRUS Corona bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia, termasuk balita dan anak-anak. Terbukti di Surabaya, lebih dari 100 anak terpapar covid-19.

"Usia 0-4 tahun ada 36 kasus dan 5-15 tahun ada 91 kasus. Data sementara total ada 127 kasus (anak yang terpapar Corona)," ungkap Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Febrian Rachmanita, di Balaikota Surabaya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, meski tidak terlalu terdampak covid-19 dan gejala sakit yang dialami umumnya tergolong ringan, anak-anak tetap perlu mendapatkan proteksi agar terhindar dari penyakit. Membantu anak-anak menjaga daya tahan tubuh atau imunitas adalah salah satu cara yang bisa dilakukan orangtua.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua untuk meningkatkan imunitas anak, dirangkum dari berbagai sumber:

1. Jangan biarkan anak murung

WHO dalam laman resminya meminta orangtua membantu anak menemukan cara positif untuk mengekspresikan perasaan sedih maupun ketakutan. Setiap anak memang memiliki cara sendiri untuk berekspresi. Namun orangtua tidak boleh membiarkan anak larut dalam keresahan lantaran pola hidup baru dengan banyak beraktifitas di rumah saja.

Bicara dengan kata-kata yang mudah dimengerti. Ajari mereka menerapkan pola hidup sehat dengan cara-cara yang menyenangkan. Jangan biarkan anak menyendiri, karena kurang bersosialisasi akan  mengubah sistem imunitas tubuh pada tingkat seluler. Artinya, kesehatan fisik dan mental rentan mengalami penurunan.

Karenanya, penting bagi para orangtua membantu membuat pikiran anak tetap rileks.

2. Ajak anak tetap aktif dan berolahraga

WHO merekomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik selama 1 jam per hari bagi anak-anak.

3. Pastikan anak makan-makanan yang kaya vitamin dan mineral

Dikutip dari buku "50 Resep Makanan Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (2010)",  karya Lenny Jusup, kekuatan imunitas secara menyeluruh ada pada pasokan vitamin dan mineral yang cukup. Berikut ini pasokan vitamin dan mineral yang utama dibutuhkan anak:

a. Vitamin A sebagai pendongkrak pertahanan tubuh dengan cepat.

b. Vitamin B Kompleks. Vitamin B6 yang berfungsi sebagai TCell sangat mempengaruhi produksi antibodi yang penting untuk mengatasi infeksi.

c. Vitamin C sebagai nutrisi utama peningkat imunitas atau masker immune-boasting nutrient yang membantu sel-sel imunitas menjadi dewasa, meningkatkan performa antibodi, dan antibakteri.

d. Vitamin E, untuk menjaga sel-sel kulit.

Sejumlah mineral juga dikaitkan dengan antioksidan dan telah terbukti dapat memengaruhi daya tahan tubuh secara positif, diantaranya: zat besi, mangan, tembaga, selenium, dan seng.

4. Pastikan anak cukup tidur

Kurang tidur dapat menurunkan imunitas anak. Biasanya, mereka menjadi mudah terserang flu atau infeksi lainnya. Namun, tidur berlebih juga memberikan dampak buruk bagi anak. Ini kebutuhan tidur sesuai usia anak rekomendasi Kementerian Kesehatan:

a. Bayi 0-1 bulan membutuhkan tidur 14-18 jam sehari.

b. Bayi 1-18 bulan 12-14 jam per hari, termasuk tidur siang.

c. Usia 3-6 tahun, kebutuhan tidurnya 11-13 jam per hari. Jika kurang tidur, mereka cenderung mengalami obesitas.

d. Usia 6-12 tahun membutuhkan waktu tidur 10 jam. Jika tidak, mereka akan menjadi hiperaktif, tidak konsentrasi belajar, dan memiliki masalah pada perilaku di sekolah.

e. Usia 12-18 tahun memerlukan waktu tidur 8-9 jam. Jika kurang tidur, mereka lebih rentan terkena depresi, tidak fokus, dan punya nilai yang jelek di sekolah.

Close X

Rumus "BAGIMU" Fery Farhati Ciptakan Suasana Nyaman Bagi Anak Selama Pandemi

Sebelumnya

Duhai Ayah, Hadirlah!

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Farah Parenting