Salah satu lokasi wisata di Kuala Lumpur Malaysia yang sepi setelah lockdown/Net
Salah satu lokasi wisata di Kuala Lumpur Malaysia yang sepi setelah lockdown/Net
KOMENTAR

PEMERINTAH Malaysia masih terus berupaya mengendalikan pandemi virus corona atau Covid-19.

Karena itulah, Perdana Menteri Malaysia, Muhyidin Yassin tegas mengambil kebijakan untuk memperpanjang penguncian wilayah atau lockdown selama dua pekan ke depan, tepatnya hingga 28 April mendatang.

Malaysia sendiri sebenarnya tidak menyebut langkah tersebut sebagai "lockdown" melainkan "perintah kontrol gerakan" atau MCO. Langkah itu adalah pembatasan ketat mobilitas warga demi mengerem penularan virus corona lebih lanjut. Tindakan tersebut serupa dengan lockdown.

Langkah perpanjangan itu diambil Muhyidin berdasarkan masukan dari Kementerian Kesehatan dan ahli medis.

"MCO telah membantu petugas kesehatan mengatasi penyebaran infeksi. Tetapi kita harus siap menghadapi situasi ini cukup lama. Mungkin akan berlangsung beberapa bulan lagi sebelum kita benar-benar dapat memastikan penyebaran telah 100 persen dikendalikan," tutur Muhyiddin dalam siaran langsung di televisi nasional seperti dikutip dari Straits Times, Sabtu (11/4).

Dia mengingatkan kepada seluruh warga bahwa perang terhadap Covid-19 belum berakhir. Pertarungan masih berlangsung.

"Jadi Anda harus semangat dan terus berjuang," tegasnya.

Diketahui bahwa langkah pembatasan semacam itu telah dilakukan Malaysia selama 24 hari terakhir.

Sejak aturan tersebut berlaku, sebagian besar penduduk Malaysia yang berjumlah 32 juta orang tinggal di rumah. Mereka hanya diperbolehkan meninggalkan rumah hanya untuk membeli kebutuhan pokok, obat-obatan atau makanan, serta keperluan mendesak.

Di Malaysia sendiri saat ini ada sekitar 4.346 kasus virus corona yang dikonfirmasi. Dari jumlah itu, 1.830 di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan pasien meninggal tercatat ada 70 orang.

Tingkat kesembuhan pasien virus corona di Malaysia sendiri cukup tinggi yakni mencapai 42,1 persen. Bahkan Negeri Jiran itu mencatat lebih banyak pasien sembuh daripada kasus baru Covid-19 selama tiga hari berturut-turut, dengan 222 orang yang diperbolehkan keluar dari rumah sakit.




IISD Desak Presiden Jokowi Sahkan RPP Kesehatan: Optimalisasi Kesehatan Anak Menuju Visi Indonesia Emas 2045

Sebelumnya

Israel Akan Datang ke Qatar untuk Melanjutkan Perundingan Gencatan Senjata dan Pertukaran Sandera

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News