post image
KOMENTAR

TUBUH langsing tentu menjadi dambaan semua perempuan. Sayangnya, langsing saja tidak cukup, malahan pingin menjadi kurus.

Kurus adalah obsesi kebanyakan perempuan. Banyak cara yang dilakukan agar badan menjadi kurus. Dari cara yang normal, sampai cara yang ekstrem dan berdampak pada kesehatan, bahkan gangguan psikis.

Mungkin Anda pernah mendengar Anoreksia nervosa.  Ini adalah ganggguan kesehatan jiwa di mana pengidapnya terobsesi memiliki tubuh kurus. Mereka selalu saja merasa khawatir berat badannya bertambah walau hanya 1 ons saja.

“Anoreksia adalah istilah medis dari tidak mau makan. Anoreksia juga bisa dihubungkan dengan penyakit psikis, yaitu anoreksia nervosa,” jelas Dr.dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, FACP. 

“Anoreksia nervosa adalah gangguan berupa tidak mau makan sehingga jumlah makan yang dikosnumsi sangat sedikit. Bukan karena penyakit, tetapi karena memang rasa tidak ingin untuk makan bisa saja karena takut gemuk,” sambungnya.

Sekitar 90%  penderita anoreksia nervosa adalah perempuan muda. Penelitian menjelaskan perempuan usia 16 hingga 17 tahun merupakan usia yang dianggap rawan berisiko terkena anoreksia nervosa.

Para pasien anoreksia akan berusaha keras untuk membatasi porsi makan seminimal mungkin, menggunakan obat-obatan seperti pencahar, dan penekan napsu makan, serta berolahraga secara berlebihan. Wah, mengerikan sekali ya.

Mereka memiliki rasa cemas yang berlebihan, takut tubuhnya menjadi gemuk. Padahal tidak. Dalam pikirannya apa pun yang dimakan akan menjadi daging walau cuma sedikit saja, sehingga mereka memilih hanya makan sedikit sekali bahkan ada yang berpuasa sepanjang hari.

Penderita Anoreksia memiliki gejala penurunan berat badan yang drastis. Selalu memandang tubuhnya di cermin. Sering menimbang badannya. Bahkan, mereka sering memuntahkan kembali makanan yang sudah dimakan. Mereka juga melakukan olah raga yang berlebihan dan minum obat pencahar.

Penderita Anoreksia sering mengalami kelelahan, dehidrasi, tekanan darah rendah, kurang gizi, pusing, rambut rontok, dan lain sebagainya.

Anoreksia bukanlah penyakit sepele. Mereka butuh penanganan medis untuk mengubah pandangan mereka tentang berat badan yang sehat dan memperbaiki pola makan.

Jika tidak ditangani akan menyebabkan komplikasi terhadap organ kesehatan lainnya. Selain kekurangan gizi, rentan terkena penyakit seperti  infeksi gangguan elektrolit, pasien berada dalam kondisi kekurangan gula darah atau hipoglikemia.

.Pengobatan utama untuk anoreksia tidak bisa instan, ia harus segera memperbaiki gizinya juga nafsu makannya. Psikoterapi dan obat-obat kejiwaaan juga diperlukan untuk mengatasi masalah kejiwaan yang menjadi penyebab kondisi anoreksia. (F)

Close X

Benarkah Minus Es Bisa Sebabkan Anak Flu? Ini Faktanya

Sebelumnya

Johnson & Johnson Segera Stop Jual Bedak Tabur Bayi Karena Covid-19, Kok Bisa?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Health World