post image
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

EPIDEMI campak yang terjadi di Samoa telah menyebabkan setidaknya 39 orang meninggal dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyalahkan kampanye anti-vaksin di negara itu yang menyebabkan munculnya epidemi tersebut di negara kepulauan Pasifik tersebut.

WHO menyebut bahwa ada penurunan tajam dalam tingkat vaksinasi di Samoa dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu membuka jalan bagi wabah besar seperti campak.

Jumlah korban tewas terus meningkat sejak negara itu mengumumkan epidemi campak nasional pada pertengahan Oktober lalu.

Campak sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk pneumonia dan radang otak yang dapat menyebabkan kerusakan permanen dan mematikan, terutama pada anak-anak.

Direktur departemen imunisasi WHO, Kate O'Brien mengatakan bahwa cakupan yang sangat rendah dari vaksin campak adalah penyebab utama penyebaran cepat dari penyakit tersebut.

Pada tahun 2018 saja, hanya 31 persen anak balita di Samoa yang diimunisasi.

"Ketika campak memasuki negara seperti itu, ada sekelompok besar orang yang tidak kebal," katanya, seperti dimuat <i>The Guardian</i>.

Menurutnya, informasi yang salah tentang keamanan vaksin telah memiliki dampak yang sangat luar biasa pada program imunisasi di Samoa. (F)

Waspada, Kebisingan Bisa menjadi Polusi Suara Yang Serius

Sebelumnya

Kelompok Dokter Desak Pemerintahan Trump Soroti Pentingnya Vaksin Flu Bagi Imigran

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Health World