post image
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

HUBUNGAN yang bahagia dan harmonis dengan pasangan tidak terjadi secara kebetulan. Dibutuhkan dua orang yang sehat secara emosional serta komitmen yang baik untuk bisa menjadi pasangan yang bahagia.

Kebahagiaan dengan pasangan juga bisa dirawat dengan sejumlah kebiasaan yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Huffington Post, merujuk pada pendapat sejumlah pakar, merangkum setidaknya ada delapan kebiasaan baik yang bisa kita contek untuk menjaga kebahagiaan dan keharmonisan dengan pasangan.

Mengutip pendapat sejumlah pakar yang  setidaknya ada 10 kebiasaan yang bisa ditiru untuk menjaga kebahagiaan dengan pasangan.

1. Mencium pasangan saat pergi dan pulang

Kebiasaan ini memunculkan rasa kedekatan yang intim antara kita dan pasangan. Pasalnya, ada kontak mata dan fisik yang dilakukan. Hal itu menunjukkan bahwa kita memprioritaskan hubungan dengan pasangan di setiap kondisi.

"Banyak orang dalam hubungan yang tidak bahagia mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengingat kapan mereka mencium pasangan mereka atau berkata 'halo' dan 'selamat tinggal'," kata psikolog, Dr. Samantha Rodman.

2. Murah pujian

Setiap orang pasti membutuhkan pujian, karena itu merupakan salah satu bentuk apresiasi yang baik. Apalagi jika pujian itu datang dari pasangan.

"Pujian yang dimaksud bisa merupakan hal-hal sederhana seperti mengatakan, 'Kamu terlihat sangat cantik hari ini' atau pernyataan sehari-hari seperti, 'Saya bangga padamu karena memberikan nasihat yang begitu bijak bagi anak-anak'," kata seorang profesor sosiologi dan seksolog Pepper Schwartz.

3. Beda pendapat boleh, bertengkar sewajarnya

Perbedan pendapat dengan pasangan merupakan hal yang umum terjadi. Namun, cara mengatasi perbedaan pendapat itu kerap menjadi penentu kelanjutan hubungan di masa depan.

Karena itulah penting bagi kita dan pasangan untuk memahami dan mengubah cara pandang bahwa berbeda pendapat bukanlah suatu masalah, melainkan sebuah peluang. Situasi ini bisa menjadi momen yang tepat untuk mempraktikkan resolusi konflik dan membangun keterampilan komunikasi.

"Lihatlah perbedaan pendapat apa yang muncul dan lihat kebiasaan buruk yang dimiliki masing-masing pasangan. Apakah saling berbicara? diam? atau marah? atau justru berteriak dan mengumpat?" kata terapis Kurt Smith.

"Setiap pasangan harus membuat daftar kecenderungan buruk mereka dan menggunakan ketidaksepakatan di masa depan untuk berlatih merespons secara berbeda dan membangun keterampilan komunikasi yang lebih baik," sambungnya.

4. Fokus pada hal yang disukai tentang pasangan

Ini adalah pendekatan persepektif positif untuk membangun kebahagiaan dengan pasangan. Alih-alih fokus atau meributkan hal yang tidak disukai tentang pasangan, ada baiknya kita fokus pada hal-hal yang membuat kita suka dengan pasangan.

"Perspektif positif ini adalah sesuatu yang meningkatkan kehangatan, persahabatan dan perasaan yang umumnya disukai oleh pasangan mereka," kata terapis pasangan Kari Carroll.

"Hal ini membantu pasangan mereka menemukan humor dalam perbedaan mereka dan bekerja untuk menemukan kompromi sementara yang memungkinkan mereka untuk terus menghargai pasangan mereka apa adanya," tambahnya.

5. Hindari kode, katakan sejujurnya

Salah satu hal yang membantu memicu rasa bahagia dengan pasangan adalah dengan tidak mengharapkan pasangan untuk bisa membaca pikiran kita. Sebagai gantinya, kita sebaiknya meminta atau mengatakan apa yang kita butuhkan atau apa yang ingin kita utarakan.

Kesalahan terbesar dalam hubungan dengan pasangan adalah dengan memberikan kode tetapi tidak mengatakan terus terang soal apa yang mereka inginkan dari pasangan.

"Berharap orang lain akan tahu apa yang Anda butuhkan atau Anda seharusnya tahu persis apa yang mereka butuhkan adalah resep untuk bencana," kata pakar seks untuk hubungan, Dr. Danielle Harel.

"Pasangan bahagia senang berbicara secara terbuka tentang kebutuhan dan menghormati perbedaan dalam kebutuhan tanpa merasa seolah-olah ada orang yang sudah tahu," sambungnya.

RMOL.id Family Gathering, Berkah untuk Karyawan dan Keluarganya

Sebelumnya

Seruling di Lembah Sunyi Ungkapan Perasaan SBY Atas Kepergian Ibu Ani Yudhoyono

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family World