post image
Noni Amini, CEO Citra Berkat Digjaya (CBD) Indonesia
KOMENTAR

KEBUTUHAN akan pendidikan semakin tinggi. Namun ada sejumlah hal yang menjadi semacam kendala bagi institusi penyelengara pendidikan dan peserta didik. Misalnya kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang harus disiapkan institusi pendidikan, dan faktor biaya serta waktu yang tidak tersedia bagi peserta didik.

Berikut adalah tanya jawab CEO Citra Berkat Dijaya (CBD) Indonesia, Noni Amini, terkait penyelenggaraan Blended Learning.     

1. Apa yang dimaksud dengan Blended Learning?

Blended Learning adalah metode pembelajaran dengan mengkombinasikan cara online dan tatap muka. Blended Learning atau Hybrid Model merupakan bagian dari model Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Contoh penyelenggara PJJ adalah Universitas Terbuka.

2. Bagaimana perguruan tinggi lain pada umumnya, apakah boleh menyelenggarakan PJJ atau Blended Learning?

Keduanya boleh. PJJ adalah 100% online sehingga membutuhkan ijin khusus. Sedangkan blended learning tidak memerlukan ijin karena sudah diatur.

Menurut Kepmen No. 109/2013 pasal 4, Blended Learning dapat diselenggarakan pada tingkat program studi (ranah pendidikan) atau matakuliah (ranah pembelajaran). Sebuah program studi diperbolehkan menggunakan Blended learning hingga 50% dari total jumlah mata kuliah. Tujuan utama blended learning adalah untuk meningkatkan mutu dan aksesibilitas.

3. Bagaimana menjaga kualitas Blended Learning?

Banyak masyarakat dan kalangan pendidikan yang mempertanyakan kualitas pendidikan blended learning. Perlu dipahami, blended learning berbedan dengan PJJ dan tatap muka. Blended learning merupakan kombinasi antara online (yang lazim digunakan PJJ) dan tatap muka (yang lazim digunakan saat ini). CBD, sebagai Blended Learning Provider mengadaptasi prinsip-prinsip pada industri 4.0 sebagai dasar untuk menginovasi Model Pembelajaran, Technology, dan Content belajar yang dirancang khusus untuk blended learning.

CBD menerapkan model pembelajaran yang disebut dengan GFLM (Gamma Feedback Learning Model). CBD menggunakan teknology Computer Aided Instruction (CAI) dan Mobile Learning. CBD juga memiliki keunikan dalam mengambangkan content.

4. Mengapa Blended Learning mejadi salah satu solusi pendidikan murah dan terjangkau?

Blended Learning dapat diselenggarakan dengan memanfaatkan e-learning. Pada umumnya menggunakan Learning Management System (LMS), salah satu contohnya adalah Moodle.

Namun penerapan e-learning sebenarnya masih banyak tantangannya karena pengaruh budaya belajar, ketersediaan akses, keterjangkauan biaya, dan pengembangan konten. Ketersediaan akses teknologi di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Denpasar, pada umumnya bagus.

Tersedia dimana-mana. Namun di sebagian besar wilayah Indonesia yang berpenduduk,  pada umumnya akses internet hanya tersedia di sepanjang jalan utama. Jika mahasiswa kesulitan akses internet otomatis sangat berpengaruh pada motivasi belajar.

Bagaimana dengan biaya? tentu saja akses sumber belajar yang berbentuk video menjadi mahal (jangan dibandingkan dengan biaya akses video dari Youtube).


5. Lalu bagaimana CBD memiliki solusi untuk mengatasi kendala biaya dan keterbatasan akses internet?

CBD mengembangkan CAI atau Computer Aided Instruction. CAI ini berbentuk program aplikasi yang dapat dijalankan pada Windows 8 dan 10. Registrasi ke sistem cukup dilakukan sekali di awal, selanjutnya dapat dijalankan secara online atau offline, kombinasi inilah yang menjadikan CAI lebih murah.

Selain itu, CAI dibuat khusus untuk mahasiswa dan dosen. Untuk mahasiswa CAI telah dilengkapi seluruh materi dan digunakan sebagai sarana belajar, sedangkan bagi dosen CAI digunakan untuk memonitoring kegiatan belajar mahasiswa.

Karena sumber belajar sudah tersedia dalam CAI sehingga mahasiswa tidak perlu merasa kawatir biaya akses, internet hanya digunakan untuk sinkronisasi data belajar.

Sebagai tambahan, seluruh CAI secara sistem selalu terkonekasi ke server CBD. CAI ini dilengkapai dengan sistem sinkronisasi data sehingga mahasiswa dapat menggunakan file CAI dimanapun, kapanpun, dan menggunakan komputer manapun tanpa takut kehilangan data aktivitas.

Jadi, biaya menjadi murah karena secara kasar biaya transportasi ke kampus dapat ditekan hingga 50% dan biaya akses internet juga ditekan karena konsep CAI. (F)

KOMENTAR ANDA