Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto/Budi Setiawanto/Antaranews
Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto/Budi Setiawanto/Antaranews
KOMENTAR

KEMENTERIAN Kesehatan Gaza mengatakan, sejak Oktober 2023 hingga Maret 2024 jumlah korban tewas di Gaza, Palestina mencapai 31.045 jiwa. Mengutip Al Jazeera, 10 Maret 2024, sekitar 72 persen korban merupakan anak-anak dan perempuan.

Fakta ini sungguh sangat miris. Kongres Wanita Indonesia (Kowani) lewat rilis pers-nya mengecam Israel atas aksi kekerasan terutama terhadap perempuan dan anak-anak di Jalur Gaza. Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto mengatakan bahwa krisis kemanusiaan tersebut sudah sangat meresahkan.

“Dalam hal ini, perempuan dan anak-anak di Palestina menanggung beban paling berat akibat kegagalan hukum internasional, langkah-langkah perlindungan, dan kegagalan mekanisme akuntabilitas dari aksi kekerasan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza,” kata Giwo dalam siaran pers-nya, Kamis (18/4/2024).

Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan atas apa yang menimpa kaum perempuan dan anak-anak di daerah konflik tersebut, Kowani mengeluarkan beberapa poin pernyataan, yaitu:

  • Secara khusus meminta semua pihak untuk melindungi perempuan dan anak-anak dari bahaya dan memberikan mereka perlindungan khusus yang menjadi haknya berdasarkan hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional.
  • Atas nama Kowani, sebagai organisasi federasi perempuan terbesar dan tertua di Indonesia, menyampaikan keprihatinan dan simpati kepada mereka yang terluka dan keluarga yang terkena dampak tragis akibat peristiwa itu.
  • Menyampaikan solidaritas dan dukungan penuh terhadap Iran dan rakyatnya. Kowani berharap tidak ada lagi eskalasi kekerasan dari Israel maupun serangan balik yang hanya akan memperburuk situasi saat ini.

“Tindakan tercela Israel harus dihentikan. Kami sangat yakin bahwa penting untuk memberikan pelajaran kemanusiaan dan meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakannya dan mencari keadilan bagi Gaza,” lanjut Giwo.

Peran badan atau forum dunia yang bertindak tegas mengecam serangan Iran ke Israel karena adanya ancaman eskalasi konflik di Timur Tengah, sebaiknya juga diberlakukan pada kebiadaban penjajah Israel atas Palestina dengan segala upaya. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memperjuangkan perdamaian dan keadilan di dunia, terutama di Gaza.

Dan Kowani siap mendukung segala upaya untuk mencapai tujuan ini. Bersama-sama bekerja menuju masa depan, di mana semua individu terlepas dari kebangsaan dan etnisnya, hidup berdampingan dengan aman dan damai.




Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Jangan Panik, Tingkat Penularan dan Angka Kematian Sangat Rendah

Sebelumnya

Tegaskan Kenaikan UKT Hanya untuk Mahasiswa Baru, Nadiem Makarim: Yang Lebih Mampu Bayar Lebih Besar, Yang Tidak Mampu Bayar Lebih Sedikit

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News