Peluncuran Saling Jaga Ulama di Gedung BAZNAS RI (19/3)/Kitabisa
Peluncuran Saling Jaga Ulama di Gedung BAZNAS RI (19/3)/Kitabisa
KOMENTAR

BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Maslahat dan Kitabisa meluncurkan program “Saling Jaga Ulama” (SJU) yang bertujuan untuk menjamin kesejahteraan para ulama di tengah kesibukan mereka berdakwah dan memperluas syiar Islam di masyarakat. Peluncuran digelar di Gedung BAZNAS RI, Matraman, Jakarta Timur pada Selasa (19/3).

Peluncuran program tersebut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Saidah Sakwan MA., Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan M. Si. CFRM, CEO Kitabisa Vikra Ijas, serta Ketua Yayasan BSI Maslahat M. Misbahul Munir.

SJU adalah sebuah program yang digagas bersama BAZNAS RI, Kitabisa, dan BSI Maslahat untuk melindungi para ulama khususnya mereka yang berada di pelosok daerah. SJU hadir dalam bentuk program perlindungan diri bagi kyai, nyai, ustadz, ulama, guru, dan dai di berbagai daerah.

BAZNAS merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional.

Dalam Saling Jaga Ulama, BAZNAS menargetkan 230.000 ulama dapat terbantu dengan program ini. Adapun bantuan yang diberikan kepada para ulama ini meliputi kejadian meninggal dunia, kecelakaan, dan sakit.

Seperti diketahui, banyak ulama, kyai, dai, daiyah, hingga guru TPA dan guru TPQ di berbagai daerah yang tidak mendapat honor layak dalam menjalankan tugas mulia mereka. Namun pengabdian di jalan Allah membuat mereka tetap istiqamah dalam dakwah.

"Ulama yang diprioritaskan mendapatkan bantuan adalah yang berdakwah di daerah pelosok negeri, jadi banyak sekali para ustadz, para kyai, para dai itu tidak ada yang memperhatikan kesehatannya," ujar Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum.

Untuk itu, lanjut Mokhamad Mahdum, program SJU ini akan diwujudkan dalam dua aspek. Pertama, perlindungan saling jaga untuk ulama berupa Asuransi Syariah Saling Jaga dari Kitabisa. Melalui Asuransi syariah ini, ulama akan mendapatkan bantuan pada saat kecelakaan dan ketika tutup usia.

“Melalui program Saling Jaga Ulama ini, ulama yang menerima manfaat akan mendapatkan bantuan ketika mengalami kecelakaan dan saat tutup usia. Kebanyakan ulama di daerah-daerah adalah tulang punggung keluarga, kami tak ingin ketika mereka tutup usia, keluarganya kesulitan. Maka, melalui program ini ketika ulama meninggal dunia, keluarganya juga akan mendapatkan bantuan," ujarnya.

Lebih lanjut, Mokhamad Mahdum menuturkan, aspek yang kedua yaitu bantuan kesehatan dengan penggalangan dana untuk melindungi ulama yang sakit di daerah pelosok melalui penggalangan dana di Kitabisa.

“Hasil donasi dari penggalangan dana akan disalurkan untuk membantu biaya pengobatan dan biaya pendukung pengobatan selama masa perawatan,” ucapnya.

Mokhamad Mahdum mengatakan, untuk mendapatkan dampak perlindungan yang lebih besar bagi para ulama, inisiatif kolaborasi yang diinisiasi BAZNAS, BSI Maslahat, dan Kitabisa ini juga akan mengajak para kolaborator lainnya.

“Kami ajak berkolaborasi juga Lembaga Amil Zakat (LAZ), perusahaan, atau institusi lainnya. Targetnya kolaborasi banyak pihak ini bisa melindungi 230.000 ulama di berbagai daerah, kami juga tentu bekerja sama dengan MUI dan ormas-ormas Islam lainnya untuk mendapatkan data para ulama penerima manfaat yang ada di pelosok daerah,” kata Mokhamad Mahdum.

Kemudian, pada acara peluncuran ini juga dilakukan penyerahan bantuan kepada ulama, guru ngaji, dan dai penerima bantuan.

Ketua Pengurus Yayasan BSI Maslahat M. Misbahul Munir bersyukur dapat berkolaborasi dalam program Saling Jaga Ulama yang merupakan sinergi antara BAZNAS, BSI Maslahat, dan Kitabisa.

"Seperti visi BSI Maslahat yang berupaya meluaskan maslahat, kami berharap Saling Jaga Ulama ini dapat memberi dampak seluas-luasnya untuk para ulama yang ada di Indonesia,” ujar Misbahul.

"Mereka para ulama adalah pahlawan kita semuanya, jejak-jejak mereka ada pada setiap kalimat yang kita sampaikan, semua ilmu kita banyak yang kita dapatkan dari guru-guru ngaji kita," ucap Misbahul.

Sementara itu, CEO Kitabisa, Vikra Ijas menambahkan, Program Saling Jaga Ulama adalah wujud apresiasi dan semangat bagi para ulama.

"Ini adalah wujud apresiasi bagi para ulama dan dai yang memperjuangkan dakwah di area pelosok. Semoga perlindungan jiwa dan bantuan galang dana kesehatan ini menjadi penyemangat perjuangan mereka," ujar Vikra.

Program Saling Jaga Ulama juga mengajak publik untuk ikut terlibat dengan berdonasi melalui kanal Kitabisa di: kitabisa.com/baznassalingjagaulama dan https://kitabisa.com/salingjagaulama.

Pemilihan platform Kitabisa tentu tak lepas dari nama baiknya sebagai aplikasi tolong-menolong terpercaya di Indonesia untuk membantu orang lain dan saling membantu satu sama lain.

Sejak 2013, Kitabisa telah menjembatani lebih dari 8 juta donatur dan memfasilitasi 1 donasi per detik untuk lebih dari 300.000 inisiatif sosial. Kitabisa kini meluncurkan kembali SalingJaga dengan izin asuransi syariah.




Paviliun Smart Taipei Green Innovation Promosikan Manajemen Pintar dan Solusi Berkelanjutan

Sebelumnya

Dibuka dengan Megah, TAIWAN EXPO 2024 Suguhkan Pengalaman Dunia Inovasi Serta Promosi Peluang Bisnis dan Perdagangan Bilateral Taiwan-Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel C&E