Simbolisasi penyerahan bantuan Gerakan Masjid Bersih 2024 dari Direktur Unilever Indonesia Willy Saelan kepada Ketum PP DMI Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla/Alchemy
Simbolisasi penyerahan bantuan Gerakan Masjid Bersih 2024 dari Direktur Unilever Indonesia Willy Saelan kepada Ketum PP DMI Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla/Alchemy
KOMENTAR

MENYAMBUT bulan Ramadan 1445 H, ”Gerakan Masjid Bersih 2024" sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Unilever Indonesia melalui lima brand­-nya yaitu Wipol, Vixal, Sunlight, Rinso dan Molto menggelar kegiatan bersih-bersih di salah satu masjid ikonik di Jakarta yaitu Masjid Akbar Kemayoran, pada Rabu (6/3).

Rangkaian program telah terselenggara sejak Januari lalu melalui pendistribusian 50.000 paket kebersihan bagi masjid di seluruh wilayah nusantara. Selain itu, dilakukan pula kunjungan langsung ke sejumlah masjid raya untuk bergotong-royong membersihkan masjid, ditutup dengan Jakarta sebagai kota pelaksanaan terakhir. Melibatkan 350 relawan, acara hari ini turut dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat DMI, jajaran pengurus DMI Pusat maupun Wilayah DKI Jakarta, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Akbar Kemayoran, jajaran Direksi Unilever Indonesia, serta sederetan tokoh masyarakat lainnya.

Dilaksanakan sejak 2017, ’Gerakan Masjid Bersih’ adalah inisiatif sosial berkelanjutan hasil kolaborasi antara DMI dan Unilever Indonesia untuk mendorong terciptanya masjid-masjid yang bersih dan nyaman bagi umat Muslim di seluruh Indonesia, khususnya pada bulan Ramadan. Hingga kini, program ini telah didukung oleh lebih dari 150.000 relawan, dan memberi manfaat kepada 220.000 masjid di berbagai penjuru Tanah Air.

Terkait kerja sama ini, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Ketua Umum Pengurus Pusat DMI menyatakan antusiasmenya.

“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih bahwa menjelang Ramadan, kita meningkatkan lagi ‘Gerakan Masjid Bersih’. Di bulan Ramadan, semua orang akan bersujud di masjid. Jika masjid, toilet, tempat wudhu, atau atribut ibadahnya tidak bersih, bisa menimbulkan berbagai masalah,” ujar JK.

“Maka ‘Gerakan Masjid Bersih’ sebagai bentuk kerja sama dengan Unilever sejak tujuh tahun lalu ingin menggerakkan masyarakat kepada kebersihan. Ini hanya contoh, tapi 800.000 masjid yang ada di Indonesia harus ikut menjalankan upaya ini secara bersama-sama. Jadi, gerakan dan kebersamaannya lah yang penting diutamakan. Sekali lagi terima kasih atas kerja sama semua pihak, khususnya dengan Unilever yang selalu menjadi bagian dari upaya baik ini,” lanjutnya.

Selaku tuan rumah, Drs. H. Mahsruh Hadie SH MSi, Ketua DKM Masjid Akbar Kemayoran turut menyampaikan apresiasinya.

“Pihak DKM Masjid Akbar Kemayoran sangat berterima kasih atas dipilihnya masjid ini sebagai salah satu tempat pelaksanaan ‘Gerakan Masjid Bersih’. Merupakan sebuah fakta bahwa mensucikan dan merawat masjid adalah sebagian dari bentuk keimanan umat muslim. Insya Allah niat baik semua pihak mulai dari Unilever, Pemerintah hingga masyarakat akan menjadikan Masjid Akbar Kemayoran lebih berkembang lagi dari segi kebersihannya. Mari kita bersama-sama jaga kebersihan masjid.”

Kegiatan bersih-bersih ini juga menjadi semakin penting karena menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim penghujan akan terus berlangsung hingga April 2024 atau hingga melewati Idul Fitri. Di balik fakta ini, ada banyak risiko penyakit yang umumnya timbul selama musim penghujan, tidak terkecuali di fasilitas-fasilitas umum seperti masjid.

Narila Mutia Nasir, M.K.M., Ph.D., Pakar Kesehatan Masyarakat serta Ketua Pengurus Daerah DKI Jakarta Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menekankan pentingnya kebersihan—terutama di area publik untuk mencegah penularan penyakit akibat kuman, bakteri, maupun virus.

“Beberapa jenis penyakit yang harus diwaspadai ketika musim hujan antara lain influenza, ISPA, leptospirosis, diare, demam berdarah, demam tifoid hingga penyakit kulit. Penyakit ‘langganan’ ini kerap muncul akibat kelembapan udara yang meningkat; agen pembawa penyakit yang lebih mudah menyebar di musim hujan; atau berbagai jenis bakteri atau mikroorganisme yang terbawa oleh genangan air,” papar Tia dalam talk show yang digelar usai peresmian puncak “Gerakan Masjid Bersih 2024”.

“Risiko makin tinggi terjadi di area publik padat pengunjung, termasuk masjid. Misalnya leptospirosis, penyakit akibat bakteri Leptospira sp. yang biasanya ada di urine tikus ini sangat mungkin terbawa ke dalam masjid dari genangan air maupun banjir di sekitarnya, dan akhirnya mengendap di lantai masjid. Pembersihan rutin menggunakan cairan pembersih lantai dengan kandungan disinfektan yang ampuh membunuh bakteri menjadi langkah jitu untuk mencegah dan menurunkan risiko terkena penyakit ini,” imbuhnya.

Mendukung pernyataan para narasumber lain, Anggya Kumala, Head of Home & Hygiene Unilever Indonesia menjelaskan urgensi ‘Gerakan Masjid Bersih’ saat ini.

“Di tengah risiko penyakit yang ada, program ‘Gerakan Masjid Bersih 2024’ telah mempersiapkan masjid yang lebih bersih dan higienis menyambut bulan Ramadan, salah satunya lewat pendistribusian paket produk kebersihan ke 50.000 masjid yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Anggya.

“Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, rangkaian kegiatannya pun kami mulai lebih awal. Sejak Januari kami telah menggelar kegiatan bersih-bersih secara langsung di masjid raya di empat kota, yaitu: Masjid Raya Sumatera Barat – Padang, Masjid Raya Sabilal Muhtadin – Banjarmasin, Masjid Raya Al Jabbar – Bandung, dan Masjid Raya Baiturrahman – Banda Aceh. Keempat masjid raya tersebut memiliki keunikan tersendiri, menjadikannya sebagai masjid ikonik yang dicintai masyarakat sehingga selalu dipadati oleh jamaah.  Diharapkan upaya kami ini dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk menjaga kebersihan masjid dan kebiasaan baik juga diterapkan di rumah masing-masing,” katanya lagi.

Di tiap kota, “Gerakan Masjid Bersih 2024” mendapatkan dukungan penuh dari Pengurus Pusat DMI, Pengurus DMI Wilayah, para Imam Besar Masjid dan Pengurus Harian Masjid, hingga pihak Pemerintah.

Mereka mengapresiasi komitmen berkelanjutan Unilever Indonesia – bahkan di masa sulit seperti pandemi COVID-19 sekalipun – untuk senantiasa memuliakan masjid sambil menginspirasi masyarakat agar lebih peduli akan kebersihan masjid. Selain itu, selama kegiatan berlangsung, hampir 1.000 relawan yang terdiri dari pengurus DMI, pengurus masjid, para ibu Majlis Taklim, hingga komunitas setempat telah terlibat untuk bergotong royong membersihkan berbagai area dan fasilitas masjid.

“Tidak hanya membersihkan masjid, dengan dukungan lima brand kami yaitu Wipol, Vixal, Sunlight, Rinso, dan Molto, kami juga mengedukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan perangkat sholat, alat masak dan makan, serta lingkungan sekitar masjid secara lebih luas,” ujar Anggya.

Menutup program “Gerakan Masjid Bersih 2024”, Jakarta menjadi pemberhentian terakhir dengan kegiatan pembersihan di Masjid Akbar Kemayoran. Masjid ini dipilih karena memiliki berbagai keistimewaan, seperti bangunannya yang mengusung perpaduan arsitektur Timur Tengah dan Demak – Jawa Tengah sebagai dua pusat kebudayaan Islam yang mendunia.

Tak heran, masjid ini juga menjadi salah satu obyek wisata religi yang dipadati wisatawan lokal maupun mancanegara, terutama selama Ramadan sehingga kebersihannya harus senantiasa dipelihara.  




Ikatan Penerbit Indonesia Dukung Peluncuran Buku Pemenang Lomba Menulis Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) 2023

Sebelumnya

Kumala Academy Siap Mencetak Pebisnis Hospitality dan F&B yang Handal

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel C&E