Hubungan orang tua-anak tak hanya saling menyayangi tapi juga saling menghormati/Freepik
Hubungan orang tua-anak tak hanya saling menyayangi tapi juga saling menghormati/Freepik
KOMENTAR

MENGASUH anak (parenting) adalah sebuah seni. Ini adalah tugas yang sangat berat yang membutuhkan dedikasi dan kesiapan maksimal untuk menghadapi ribuan tantangan yang menyertainya.

Namun, di mata anak-anak, tugas ini sering kali diremehkan atau diabaikan sehingga mengakibatkan hubungan orang tua-anak menjadi tidak sehat.

Kunci untuk memiliki hubungan orang tua-anak yang sehat adalah belajar memperlakukan satu sama lain dengan hormat, meskipun seorang anak masih kecil, individualitas dan batasannya perlu dihormati. Pengalaman dari hari ke hari atau masukan dari ahli dapat membantu kita (orang tua) untuk menemukan keseimbangan yang ideal.

Hubungan orang tua dan anak yang sehat menjamin perkembangan anak secara holistik dan meletakkan dasar kepribadian, perilaku, juga kekuatan mental/emosional, serta kepribadiannya dalam koridor positif.

Namun, gaya hidup modern seringkali menyebabkan perubahan budaya besar-besaran dalam cara anak memandang orang tuanya dan sebaliknya menyebabkan perselisihan dalam keluarga.

Karena itulah sangat penting untuk memahami apa yang menyebabkan terjadinya toxic relationship agar orang tua dan anak dapat berupaya memperbaikinya bersama-sama.

Ada berbagai alasan yang mungkin menyebabkan keretakan antara orang tua dan anak. Salah satunya adalah “tidak menetapkan batasan”.

Memiliki batasan yang sehat adalah bagian penting dalam parenting. Anak harus memahami mana yang baik dan mana yang buruk. Anak harus bisa memahami bahwa orang tua dapat menjadi sahabat terbaiknya tanpa melupakan kewajiban untuk menghormati ayah dan bundanya.

Pun sebaliknya, kita menyayangi anak dengan segenap jiwa, namun bukan berarti kita mengabaikan privasinya.

Jika orang tua dan anak mampu mematuhi batasan secara harmonis, maka itulah satu tanda hubungan mereka tergolong sehat.




Pemalu atau Social Anxiety? Yuk Kenali Tanda-Tandanya, Bunda!

Sebelumnya

Anak Slow Response Saat Diperintah, Ayah Bunda ‘Berkaca’ Dulu Sebelum Marah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting