Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

ANAK gendut selalu diidentikkan sebagai anak yang sehat, tercukupi gizi hariannya, padahal tidak selamanya demikian. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), malnutrisi atau suatu keadaan ketidakseimbangan antara asupan zat gizi makronutrien atau mikronutrien dapat dialami oleh anak yang gemuk. Ketidakseimbangan ini bisa berarti kekurangan atau kelebihan zat gizi.

Salah satu yang perlu diwaspadai orang tua adalah kwashiorkor, yaitu kondisi malnutrisi atau gizi buruk akibat kurangnya protein pada tubuh. Kondisi ini dapat mengganggu tumbuh kembang anak, bahkan membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani. Masalah ini lebih berisiko pada bayi dan anak-anak pada rentang usia 2 sampai 5 atau setelah melalui proses sapih.

Kwashiorkor disebut juga dengan edematous malnutrition, suatu keadaan ketika anak tampak gemuk namun bukan karena gizi tercukupi, melainkan adanya penumpukan cairan pada tubuh, terlebih pada bagian perut dan mata kaki.

Yang perlu diwaspadai sebagai gejala dari malnutrisi ini adalah hilangnya massa otot tubuh anak secara signifikan. Perut yang membesar sebagai gejala khas dari busung lapar. Apabila mengalami infeksi, gejalanya akan bertahan lama sehingga anak tidak segera membaik.

Munculnya bercak merah dan meradang pada kulit yang menggelap dan mengelupas atau terbelah. Kemudian rambut yang terlihat kering, rapuh, mudah rontok, serta kehilangan warna (bule).

Tidak adanya peningkatan tinggi badan, anak sering merasa lelah dan mudah marah, serta kuku anak bergerigi atau retak tanpa sebab yang jelas.

Penanganan kwashiorkor

Penanganan kwashiorkor pada anak tidak sesederhana memberikan mereka banyak makan, melainkan dilakukan secara bertahap. Berbagai perawatan juga bisa dilakukan untuk mengatasinya, seperti:

  1. Mengatasi atau mencegah glukosa darah rendah dengan memberikan asupan gula atau karbohidrat.
  2. Menjaga tubuh anak tetap hangat dengan mengenakan pakaian yang cukup tebal atau menyelimutinya.
  3. Mengobati dehidrasi dengan memberikan anak larutan rehidrasi yang diformulasikan secara khusus.
  4. Bila anak infeksi, berikan antibiotic.
  5. Berikan suplemen vitamin yang biasanya disertakan dalam susu khusus, seperti selai kacang, susu skim kering, mineral, dan vitamin.
  6. Perkenalkan makanan dalam jumlah kecil dan secara bertahap tingkatkan porsinya.

Bila anak mengalami kwashiorkor yang parah, mungkin ia perlu perawatan di rumah sakit. Jadi, jangan sepelekan kondisi ini. Segera konsultasikan dengan dokter.




Asupan Mikronutrien: Rahasia Dukung Perkembangan Kecerdasan Anak

Sebelumnya

Kanker, Penyebab Kematian Terbesar Kedua pada Anak: Kenali Lagi Gejalanya!

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting