ilustrasi wanita single/net
ilustrasi wanita single/net
KOMENTAR

Fenomena tren ingin hidup sendiri tanpa pasangan beresiko terserang penyakit ganas pada tubuh. Terutama wanita, bila tidak menikah dan beranakpinak.

Pilihan untuk jomblo seumur hidup cenderung dikarenakan keinginan emosional, bukan lagi karena pertimbangan logika. Biasanya karena turut melibatkan orang-orang yang mapan dan berpendidikan.

“Ada informasi yang miss yang terkait reproductive health dan sexual education, sehingga akhirnya orang itu secara emotional tidak mau punya anak bukan karena pertimbangan logika," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo.

Dia menjelaskan penyakit kanker atau neoplasma ganas akan menyerang wanita yang tidak punya anak. Bisa dalam bentuk kanker payudara maupun kanker endometrium.

Dari data Elsimil atau Elektronik Siap Nikah dan Hamil, dia menyebutkan jumlah orang berpendidikan memiliki ekonomi yang mapan, dan tinggal di perkotaan tidak mau menikah populasinya masih sedikit.

“Ketimbang masyarakat yang menikah dan hamil,” ujarnya. 

Menurut dia, segmen pilihan mapan dan hidup di kota besar masih sangat sedikit di  Indonesia. Hal ini bisa terlihat dari jumlah yang hamil di Indonesia masih 4,8 juta setahun, yang nikah masih 1,9 juta meski trennya menurun.

"Tapi dari yang nikah 1,9 juta itu yang hamil di tahun pertama 80%, atau 1,6 jutanya, maka pekerjaan rumah kita menjaga kualitas. BKKBN orientasinya dulu dua anak cukup sekarang kualitasnya yang jangan sampai stunting," jelasnya.




Bikin Romantis, Negara Dongeng Republik Naminara di Korea

Sebelumnya

Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News