Zat adiktif pada vape bisa saja dicampurkan lewat cairan beraroma/Net
Zat adiktif pada vape bisa saja dicampurkan lewat cairan beraroma/Net
KOMENTAR

ROKOK elektrik kian digemari para remaja. Sebagian besar beranggapan bahwa rokok elektrik atau vape lebih aman dari sisi kesehatan ketimbang rokok tradisional. Vape pun dinilai lebih keren dan gaya, karena tersedia dalam beberapa model, mengikuti tren masa kini.

Perlu menjadi catatan penting, vape atau rokok elektrik tidak lebih baik dari rokok tradisional. Di dalam vape juga terkandung propilen glikol yang mengiritasi paru-paru dan mata pemakainya dan menyebabkan gangguan saluran pernapasan seperti asma, sesak napas, dan obstruktif paru.

Rokok elektronik juga mengandung nikotin yang bisa membuat candu dan memicu depresi, kepala pusing, tubuh gemetar, napas terengah-engah, kerusakan paru-paru permanen, kanker paru, penyempetin pembuluh darah, hingga kematian.

Dan rokok elektrik mengandung perisadiasetil yang menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis.

Mengutip laman Instagram Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menulis, bahaya rokok elektrik pada remaja tidak sebatas yang telah dipaparkan di atas. Ada pula ancaman penyalahgunaan narkoba.

Adapun jenis narkotika yang bisa saja dijadikan campuran di dalam vape adalah:

  • CBD atau Cannabidiol

Adalah senyawa alami yang ditemukan dalam ganja. Secara garis besar, CBD tidak memiliki efek samping memabukkan dan punya banyak manfaat seperti menghilangkan kecemasan, antikejang, pereda sakit, antijerawat, dan dipakai untuk pengobatan kanker.

Namun, manfaat tersebut baru didapat jika pemakaiannya dalam pengawasan. Apabila tidak, maka dapat memberikan efek samping berupa depresi, pusing, halusinasi, tekanan darah rendah, lekas marah dan insomnia, diare, perubahan nafsu makan dan berat badan, serta kelelahan.

  • MDMA (ekstasi)

Jenis narkoba yang satu ini dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental penggunanya, apalagi jika dipakai dalam dosis yang tinggi. MDMA bisa meningkatkan aktivitas saraf, menyebabkan kegembiraan dan euphoria. Juga menghasilkan rasa kedekatan dan kepercayaan diri sendiri dan orang lain, serta ketenangan. Lainnya, mengubah persepsi kelelahan, lapar dan haus.

  • Synthetic Cathinones

Berbentuk kristal berwarna putih atau biru. Selain menyerang organ vital, secara psikis efek penggunaan synthetic cathinone dapat menyebabkan panik berlebihan, paranoid, gangguan kognitif, dan disorientasi ruang dan waktu.

  • Synthetic Cannabinoids

Contohnya ada pada tembakau gorilla, hanoman, dan ganesha. Pengakuan dari beberapa pemakainya, zat ini akan membuat diam sesaat tak bergerak, seperti kaku, namun kemudian jika berlanjut akan membuat pemakainya mengalami halusinasi dan tremor.

Penting kemudian bagi orang tua untuk selalu mengingatkan para remaja akan bahaya vape dan kemungkinan campuran zat adiktif di dalamnya.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News