Ilustrasi pekerja anak di perkebunan/Pixabay
Ilustrasi pekerja anak di perkebunan/Pixabay
KOMENTAR

“SAYA mengajak semua pihak untuk bersama-sama menanggulangi pekerja anak guna mewujudkan visi “Indonesia Bebas Pekerja Anak”, ujar Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah seperti diunggah akun Instagram @idafauziyahnu.

Hari Dunia Menentang Pekerja Anak pada 12 Juni merupakan momen bagi dunia untuk fokus pada pentingnya penghapusan pekerja anak di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Tanggal 12 Juni juga menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk merumuskan berbagai program strategis sebagai langkah percepatan penanggulangan pekerja anak. Salah satunya adalah permasalahan pekerja anak di industri kelapa sawit.

Diketahui bahwa keberadaan industri kelapa sawit memang memegang peran penting dalam perekonomian nasional karena melibatkan banyak pelaku usaha dari berbagai kelompok ekonomi.

“Dengan kondisi kelapa sawit sebagai komoditas ekspor yang sangat berpengaruh, risiko kehadiran pekerja anak sangat mungkin terjadi,” kata Menaker.

Menaker Ida Fauziyah memaparkan data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2021 yaitu: jumlah pekerja anak di Indonesia ada 1,05 juta anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 57,51 persen bekerja di sektor jasa, sebanyak 27,63 persen bekerja di sektor pertanian, dan 14,86 persen bekerja di sektor industri.

Menaker mengimbau komitmen bersama baik dari pemerintah maupun semua pemangku kepentingan hingga masyarakat untuk menanggulangi pekerja anak yang jumlahnya tidak sedikit itu.

Untuk itulah pada tahun ini, Kemnaker RI mencanangkan gerakan perkebunan kelapa sawit bebas pekerja anak di 16 provinsi yang diketahui mempunyai perkebunan lebih dari 100.000 hektar.

Penghapusan pekerja anak disadari oleh Menaker bukanlah sebuah hal yang mudah dilakukan. Prosesnya akan panjang dan berkelanjutan serta melibatkan birokrasi dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, serikat pekerja, pengusaha, serta organisasi masyarakat. Usaha tersebut harus dilakukan secara terencana dan terpadu demi kepentingan anak.

“Peran aktif semua pihak sangat diperlukan guna mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, adil makmur, dan sejahtera,” tegas Menaker Ida.




Din Syamsuddin Jadi Pembicara dalam Sidang Grup Strategis Federasi Rusia-Dunia Islam di Kazan

Sebelumnya

Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” Karya Teguh Santosa Hadir di Pojok Baca Digital Gedung Dewan Pers

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News