Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

PERAYAAN Hari Kurban jatuh pada 29 Juni 2023. Kurban menjadi ibadah sunnah yang dilaksanakan oleh umat Muslim. Hendaknya diperhatikan sejumlah larangan dalam berkurban, sebagaimana terdapat dalam hadits Nabi Saw.

Muhammad Na’im Muhammad Hani Sa’I dalam buku Fikih Jumhur menjelaskan beberapa larangan dalam melaksanakan kurban, yaitu:

1. Menjual bulu dan kulit hewan kurban

Jumhur ulama berpendapat, tidak diperbolehkan menjual sedikit pun bagian tubuh hewan kurban, baik kulit, bulu, dan bagian tubuh lainnya. Ali bin Abi Thalib RA mengatakan:

“Rasulullah Saw memerintahkanku untuk mengurusi penyembelihan unta kurbannya. Beliau juga memerintahkan saya untuk membagikan semua kulit tubuh serta kulit punggungnya. Dan saya tidak diperbolehkan memberikan bagian apapun darinya kepada tukang jagal.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Memberi upah penyembelih hewan kurban dengan hewan sembelihan

Larangan ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Muslim: “Kami mengupahnya dari uang kami pribadi.”

Syaikh Abdullah Al-Bassaam dalam kitabnya Taudhihul Ahkaam mengatakan, “Tukang jagal tidak boleh diberi daging atau kulitnya sebagai bentuh upah atas pekerjaannya. Hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Yang diperbolehkan adalah memberikannya sebagai bentuk hadiah jika dia termasuk orang kaya atau sebagai sedekah jika ternyata dia adalah miskin.”

3. Memotong kuku dan mencukur rambut

Abdullah bin Ahmad Al-‘Allaf al-Ghamidi dalam buku Kamus Praktis Muslim dari A sampai Z, menjelaskan, bahwasannya apabila seseorang ingin berkurban maka sesungguhnya diharamkan baginya untuk memotong sebagain rambutnya. Baik itu rambut jenggot, kumis, ketiak, dan buku kemaluan. Bahkan, tidak boleh juga memotong kuku sampai ia menyembelih kurbannya.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk tidak mencukur rambut dan kuku?

Ummu Salamah RA mengatakan, bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda: “Apabila telah masuk sepuluh hari pertama (Zulhijjah) dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, hendaklah ia tidak mencukur rambut dan tidak memotong kukunya.” (HR Ahmad dan Muslim)

Pendapat ini diperkuat oleh Kyai Ali Mustafa Yaqub dalam kitabnya Ath Thurq Ash Shahihah fi Fahmi As Sunnah An Nabawiyah. Menurutnya, untuk memahami hadits ini dapat dilakukan dengan melihat Riwayat Aisyah, bahwa Rasulullah bersabda:

“Tidak ada amalan anak Adam yang dicintai Allah pada hari Idul Adha kecuali berkurban. Karena ia akan datang pada hari kiamat bersama tanduk, bulu, dan kukunya. Saking cepatnya, pahala kurban sudah sampai kepada Allah sebelum darah hewan sembelihan jatuh ke tanah. Maka, hiasilah diri kalian dengan berkurban.” (HR Ibnu Majah).




Anggunnya Keberanian Seorang Asma binti Abu Bakar

Sebelumnya

Memahami Faedah Bertawakal untuk Membebaskan Diri dari Penderitaan Batin

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Tadabbur