Rektor, dosen Unpad dan para pembicara yang hadir dalam pembukaan Unpad Halal Expo 2023/Ist
Rektor, dosen Unpad dan para pembicara yang hadir dalam pembukaan Unpad Halal Expo 2023/Ist
KOMENTAR

FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, menggelar acara Unpad Halal Expo 2023, bekerja sama dengan BPKH dan MES. Gelaran yang didukung oleh Padjadjaran halal Center (PHC) dan Oorange dalam ini dalam rangka memberikan literasi produk dan industri halal kepada masyarakat, serta membangun sebuah ekosistem halal yang berkelanjutan.

Unpad Halal Expo 2023 mengambil tema Exploring the Halal Lifestyle: Building a Sustainable Halal Ecosystem, sebuah tema yang mencerminkan komitmen dalam mengembangkan industri halal di Indonesia.

Hal ini dilandaskan pada data terkini, bahwa permintaan produk halal di Indonesia terus meningkat seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya -konsumsi produk yang sesuai dengan prinsip-prinsip halal.

Bahkan menurut Global Islamic Economy Indicator, Indonesia merupakan negara dengan potensi pasar ekonomi Islan terbesar kedua di dunia.

“Pertama-tama, kami Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyampaikan terima kasih atas undangannya teriring salam serta permohonan maaf dari Ketua Umum, Bapak Erick Thohir yang berhalangan hadir pada acara hari ini. Saya merasa sangat terhormat dapat berada di tengah-tengah hadirin semua pada hari ini dalam pembukaan rangkaian kegiatan Unpad Halal Expo di Bale Santika Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor,” kata Teguh Santosa selaku Wasekjen MES, dalam sambutannya mewakili Sekjen MES Iggi Haruman Achsien.

Sambutan dibacakan oleh Indra Gunawan, anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), di Bale Santika Universitas Padjajaran, Jatinangor, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/6).

Kinerja Ekonomi Syariah Nasional

Pemulihan ekonomi global pada 2022 yang mendapatkan momentum dari penurunan Covid-19 dan peningkatan mobilitas, mengalami stagnasi akibat konflik geopolitik yang memperparah disrupsi rantai pasok global.

Perkembangan ini juga turut berdampak pada ekonomi negara-negara OKI selaku mitra dagang produk halal Indonesia, meski nilai transaksi di sektor unggulan ekonomi syariah global tetap tumbuh meningkat.

Di tengah berbagai tekanan global dan efek rambatan ke domestik, ekonomi syariah yang diwakili sektor unggulan halal value chain (HVC), berhasil terus tumbuh dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Sektor unggulan ekonomi syariah domestik tumbuh membaik 5,5% (yoy) pada Q3-2022 dan diperkirakan akan terus tumbuh di tengah berbagai faktor risiko dan ketidakpastian yang masih tinggi pada tahun 2023.

Kinerja sektor unggulan HVC menunjukkan tren pemulihan yang terus berlanjut didorong oleh meningkatnya sektor pariwisata ramah muslim (PRM), serta terus meningkatnya kinerja sektor pertanian halal.

Kinerja sektor PRM pada Q1-2022 hingga Q3-2022 terus meningkat seiring peningkatan mobilitas masyarakat, yaitu sebesar 19,04% (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2021 0,37% (yoy).

Kinerja sektor pertanian halal juga konsisten tumbuh positif. Pada Q3-2022, sektor pertanian halal tercatat sebesar 1,89% (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar 1,37% (yoy).

“Saya mengajak seluruh peserta dan pelaku industri halal untuk terus memperjuangkan kehalalan dalam konsumsi produk dan jasa, serta terus berinovasi untuk mengembangkan potensi ekonomi halal di Indonesia. Dengan demikian, geliat aktivitas ekonomi syariah dari daerah-daerah akan menjadi penopang dan kantung pertumbuhan. Selain itu, daerah juga menjadi ujung tombak pemerataan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan misi MES untuk mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, dengan turut mewujudkan ekosistem industri halal yang sehat, unggul, dan berkelanjutan,” ujar Teguh.

“Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan pihak-pihak yang telah membantu suksesnya penyelenggaraan Unpad Halal Expo 2023 selama 3 hari ini. Semoga kegiatan Unpad Halal Expo ini sukses menjadi langkah awal dalam memajukan industri halal di Indonesia. Kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan rutin dan berkesinambungan,” demikian Teguh Santosa.




Korea Selatan Impor Siswa dari Empat Negara Imbas Tingkat Kelahiran yang Terus Menurun

Sebelumnya

Penusukan Massal di Sydney, Kementerian Luar Negeri Pastikan Tidak Ada WNI yang Menjadi Korban

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News