Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

SELAMA beraktivitas atau bekerja, pernah tidak kamu merasa sakit punggung? Atau setidaknya kamu selalu menyediakan minyak kayu putih, minuman sachet penghalau masuk angin, hingga koyo, di tas atau di meja kerja?

Percaya tidak, bisa jadi kamu mendekati ‘masa jompo’. Iya, saat ini istilah jompo sudah tidak hanya disandingkan pada orang tua saja, tetapi juga remaja yang lemah fisik.

Istilah ‘remaja jompo’ sudah banyak dikenal dan merujuk kepada para remaja yang mudah mengalami kelelahan, pegal, sakit punggung dan pinggang, badan lemas, serta sering pusing.

Sebenarnya sudah banyak yang membahas mengapa hal ini bisa terjadi pada Generasi Z, yang notabene harusnya lebih sering beraktivitas. Penyebab utamanya adalah terlalu banyak pikiran atau overthinking.

Charles Goodstein, seorang professor klinis psikiatri di New York University menjelaskan, perasaan dan pikiran akan memicu pelepasan system endokrin yang mengatur pelepasan hormone dan memengaruhi system kerja organ tubuh seseorang.

Sederhananya nih, kesehatan mental yang buruk akan berdampak pada penurunan kesehatan fisik. Nah, overthinking inilah yan membuat fisik kalian menjadi cepat lelah.

Penyebab lainnya adalah:

  • Kualitas tidur yang kurang baik
  • Terlalu sering mengonsumsi junk food
  • Kurang minum air putih
  • Kurang gerak atau berolahraga

Mau tahu seberapa jomponya kamu?

Mengutip laman Instagram @doktermedok, ada satu tes yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui sudah seberapa jomponya kamu. Tes tersebut diberi nama Sitting Rising Test.

Tes ini dilakukan untuk menilai kekuatan, fleksibilitas, dan kebugaran otot anggota gerak bawah. Tapi, buat kamu yang punya masalah dengan kondisi cedera akut, osteoarthritis panggul atau lutut, obesitas, dan gangguan neurologis (terutama anggota gerak bawah), jangan lakukan tes ini, ya!

Alat yang diperlukan untuk sitting rising test ini adalah matras. Selanjutnya, ikuti beberapa step di bawah ini:

  1. Berdiri dengan kedua tangan di dada.
  2. Silangkan kaki dan turun perlahan ke lantai.
  3. Jangan gunakan bantuan tangan atau lutut saat turun perlahan ke lantai.
  4. Setelah di lantai, duduk bersila.
  5. Berdiri kembali dengan posisi tangan tetap di dada.
  6. Berdirilah tanpa bantuan tangan atau lutut.

Bagaimana, bisa melakukannya atau tidak? Apapun hasilnya, tetap lakukan olahraga secara rutin, ya!




Flu Singapura Meradang, Masker dan Isolasi Mandiri Kembali Dikencangkan

Sebelumnya

Tentang Anemia Aplastik, Penyakit yang Diderita Komedian Babe Cabita

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health