Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

SECARA umum, waktu sahur yang kita lalui ketika makan sahur adalah waktu yang mengandung keberkahan. Hendaknya kita tidak meremehkan yang namanya berkah, karena itu artinya kebaikan yang banyak serta kemudahan hidup.

Rasulullah Saw bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ada baiknya memperbanyak doa dan istighfar di waktu sahur, karena keduanya memiliki keberkahan yang sangat besar. Salah satunya adalah menggugurkan banyak dosa, karena sejatinya manusia tidak pernah luput dari perbuatan dosa.

Tidak hanya menggugurkan dosa, beristighfar di waktu sahur juga merupakan obat paling mujarab. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw bersabda: “Setiap penyakit ada obatnya, dan obat dosa-dosa adalah istighfar”.

Dan istighfar juga menjadi salah satu upaya menarik rezeki. Sebab tidak menutup kemungkinan dosa-dosa yang manusia lakukan dapat menutup pintu-pintu rezekinya.

“Perbanyaklah beristighfar, karena barang siapa yang memperbanyak istighfar maka Allah akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesedihan dan kesusahan, dan memberikan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka”.

Disebutkan pula dalam sebuah hadist Riwayat Ibnu Khuzaimah: “Dan perbanyaklah di bulan itu (untuk melakukan) 4 hal, 2 hal yang pertama membuat Tuhan kalian ridha, dan 2 hal lainnya merupakan sesuatu yang kalian butuhkan. Dua hal yang membuat Tuhan kalian ridha adalah mengucapkan syahadar dan meminta ampunan dengan membaca istighfar. Sedangkan dua hal yang kalian butuhkan adalah meminta dimasukkan ke dalam surga Allah dan dijauhkan dari api neraka”.

Adapun waktu membaca istighfar yang mustajab, terutama saat puasa Ramadan adalah waktu sahur. Sebagaimana firman Allah Swt dalam Surat Ali Imran ayat 17:

“(yaitu) orang-orang yang sabra, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur”.

Di dalam kitab shahihan dari Siti Aisyah ra disebutkan, bahwa setiap malam Rasulullah Saw selalu melakukan salat witir, mulai dari awal, pertengahan, dan akhir malam. Dari semua witir iadalah di waktu sahur.

Disebutkan bahwa sahabat Abdullah Ibnu Umar melakukan salah (sunat di malam hari), kemudian bertanya, “Hai Nabi, apakah waktu sahut telah masuk?” Apabila dijawab, “Ya”, maka ia mulai berdoa dan memohon ampun hingga Subuh.

Dari Anas Ibnu Malik dikatakan, kami (para sahabat) bila melakukan salat (sunat) di malam hari diperintahkan untuk melakukan istighfar di waktu sahur sebanyak 70 kali.

Adapun doa yang diucapkan Nabi adalah: Yarhamullahul mutasahhirin (Semoga Allah menurunkan Rahmat-Nya bagi orang-orang yang sahur).

Jadi, disarankan untuk memperbanyak istighfar untuk meminta pengampunan dosa dan memohon agar dibukakan pintu-pintu rezeki dari arah manapun yang tidak diduga-duga.




Anggunnya Keberanian Seorang Asma binti Abu Bakar

Sebelumnya

Memahami Faedah Bertawakal untuk Membebaskan Diri dari Penderitaan Batin

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Tadabbur