(Ka-ki) Daswar Marpaung, Abdul Sobur, dan Djudjuk Aryanti menutup pameran IFEX 2023 di JIExpo Kemayoran, Minggu (12/3)/Farah.id
(Ka-ki) Daswar Marpaung, Abdul Sobur, dan Djudjuk Aryanti menutup pameran IFEX 2023 di JIExpo Kemayoran, Minggu (12/3)/Farah.id
KOMENTAR

PAMERAN furnitur terbesar di Indonesia, Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2023 telah selesai digelar di JIExpo Kemayoran. Even yang sejatinya diselenggarakan setiap tahun ini kembali menggeliat setelah pandemi COVID-19 menghantam Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri, industri furnitur dan kerajinan menjadi salah satu kontributor penting bagi perekonomian nasional. Industri ini masuk dalam 5 besar industri dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor industri pengolahan non-migas pada 2021. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri furnitur pada 2021 mencapai 8,16%, jauh di atas pertumbuhan industri pengolahan non-migas yang berada di level 3,67%.

“Indikator ekonomi kita secara umum menunjukkan pertumbuhan positif, termasuk di industri furnitur dan kerajinan. Ini menjadi sinyal yang baik bagi kami untuk terus melanjutkan tren positif ini dan meningkatkan produksi dan promosi. Penyelenggaraan IFEX menjadi medium yang berperan besar dalam mendukung kinerja industri furnitur dan kerajinan,” kata Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur, saat menutup gelaran IFEX 2023, Minggu (12/3).

Sebagai pameran furnitur B2B terbesar di Indonesia,  IFEX selalu menjadi magnet bagi buyers internasional yang mencari produk furnitur dan kerajinan unik serta inovatif dengan teknik pengerjaan yang halus. Hal ini diakui Rohaan Sulaiman, buyer asal India, yang mengatakan IFEX adalah gelaran luar biasa. Kualitasnya sangat bagus dan desain-desainnya semakin baik setiap tahun.

Karena kualitas yang semakin baik, ada peningkatan jumlah kehadiran buyers tahun ini. Lili Herlina & José Maria Almuzara, eksibitor yang hadir dengan brand Agora mengatakan, booth mereka berhasil menarik beberapa buyers potensial yang berasal dari beberapa negara. 

Panitia sendiri mencatat, sampai dengan akhir pameran, IFEX berhasil menarik 12.118 pengunjung yang berasal dari 115 negara. Sepuluh besar negara asal pengunjung IFEX 2023 adalah Australia, India, Amerika Serikat, Perancis, China, Belanda, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Spanyol. 

Dari sisi transaksi, IFEX 2023 berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar 250 juta dolar USD (on-the-spot) (sekitar Rp3,851 triliun). “Kami masih optimis bahwa nilai transaksi follow-up bisa mencapai 700 juta dolar USD (Rp10,784 triliun), sehingga nilai transaksi yang kami targetkan di awal bisa tercapai,” ujar Abdul Sobur.  

Melihat antusias yang luar biasa, baik dari eksibitor maupun buyers, Sobur berjanji bahwa HIMKI siap hadir dengan lebih banyak peserta dan produk yang jauh lebih baik.

“Masih banyak corak dan ragam nusantara yang bisa digali dan dihadirkan oleh para peserta. Kami berharap, tahun depan akan semakin banyak produk unik yang dihadirkan dari tangan para pengrajin dan pengukir yang bisa menjadi keunggulan kompetitif yang tidak bisa disaingi negara lain,” ujarnya. 

Sementara itu, Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung, menyatakan selalu siap mendukung HIMKI.

“Bersama dengan HIMKI, kami selalu siap mendukung pertumbuhan industri furnitur dan kerajinan Indonesia. Berbagai catatan yang kami dapatkan pada penyelenggaraan tahun ini akan menjadi bahan perbaikan bagi kami untuk penyelenggaraan IFEX di tahun depan,” demikian Daswar.




Tiara Andini Bicara Pentingnya Merawat Diri dan Memiliki Support System untuk Bangkit dari Momen Terpuruk

Sebelumnya

Mahasiswa LSPR Gelar “Pesta Edas”, Tampilkan Ragam Kebudayaan dan Kesenian Khas Kampung Seni Edas Bogor

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel C&E