Anak-anak Turki hadapi cuaca dingin/ AP
Anak-anak Turki hadapi cuaca dingin/ AP
KOMENTAR

CUACA yang tidak bersahabat membuat para korban selamat gempa Turki-Suriah mengeluh kedinginan.

Warga Osmaniye meminta bantuan berupa makanan, pemanas, juga tempat berteduh yang nyaman untuk merawat anak-anak mereka di tengah 'gempuran' suhu dingin.

Delapan hari setelah gempa 7,8 magnitudo dan gempa susulan yang menelan puluhan ribu korban jiwa, bantuan belum juga tiba di sejumlah bagian Turki yang terdampak parah.

Diketahui ada lebih dari 100 orang yang tinggal di kamp darurat di wilayah Osmaniye dan mereka belum menerima bantuan apa pun dari komite darurat dan bencana negara bagian.

Tenda darurat yang menjadi tempat berlindung warga dibuat dari bahan-bahan yang mereka temukan dari reruntuhan bangunan yang hancur. Jika mereka menemukan ban, mereka membakarnya demi bisa menghangatkan diri. Di tenggara Turki, PBB memperkirakan ada 870.000 orang membutuhkan makanan.

Warga masih takut untuk memasuki bangunan tempat tinggal mereka yang rusak karena gempa susulan yang berkekuatan hampir 5 magnitudo masih terus berlanjut.

Di tempat lain, hampir 1.000 orang menjadikan gerbong-gerbong di stasiun kereta sebagai tempat bernaung. Mereka beruntung masih mendapatkan makanan, akses ke kamar mandi, juga dukungan psikologis dari profesional.

Pekan lalu, pemimpin oposisi Kemal Kilicdaroglu menyampaikan kritik terhadap pemerintah yang dianggapnya kurang sigap, kurang berkoordinasi, dan kurang perencanaan dalam penanganan bencana, meskipun ia mengakui bahwa gempa yang terjadi memang sebuah bencana dahsyat.

Bagaimanapun juga, Presiden Recep Tayyip Erdogan memang telah mengakui kekurangan pemerintah dalam kesigapan penanganan bencana yang juga dipersulit oleh cuaca dingin.

Akibat gempa, Turki diperkirakan mengalami kerugian hingga 84,1 miliar USD—seperti dilaporkan Al Jazeera.




Pembatalan Kenaikan UKT oleh Menteri Nadiem Tidak Menyelesaikan Masalah

Sebelumnya

Menteri Nadiem Batalkan Kenaikan UKT

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News