Ilhan Omar/Net
Ilhan Omar/Net
KOMENTAR

ANGGOTA parlemen Amerika Serikat Ilhan Omar dicopot dari Komite Urusan Luar Negeri Kongres Amerika Serikat karena kritikan pedasnya pada 2019 lalu yang mengatakan donasi politik membuat parlemen AS dikuasai pro-Israel.

Tuduhan perempuan keturunan Somalia-Amerika itu disampaikan berdasarkan temuan sejumlah laporan yang menyebut, kelompok lobi pro-Israel menghabiskan jutaan USD untuk membantu mengalahkan calon legislatif yang mendukung HAM Palestina.

Pembebastugasan Omar diinisiasi Partai Republik dan dilakukan lewat voting yang berujung 218 mendukung dan 211 menolak pencopotan.

Atas pencopotannya dirinya, Omar menuding Partai Republik memang sengaja menargetkannya karena identitasnya sebagai muslim dan pengungsi Somalia.

"Ada gagasan bahwa Anda akan menjadi tersangka jika Anda seorang imigran atau berasal dari bagian dunia tertentu karena warna kulit tertentu atau seorang muslim," kata Omar seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Omar juga mengatakan, anggota Partai Republik juga pernah menyerang presiden kulit hitam pertama,Barack Obama sebagai seorang muslim.


"Bukan kebetulan bahwa anggota Partai Republik pernah pernah menuduh Presiden kulit hitam pertama, Barack Obama, secara rahasia sudah menjadi Mulsim," sambung dia.

Pencopotan Omar membuat Gedung Putih bereaksi keras. Pemerintahan yang dikuasai Partai Demokrat tersebut menyebut tindakan itu sebagai bermotif politis dan melukai rakyat AS.

"Anggota kongres Omar sangat dihargai oleh anggota kongres lainnya," kata jubir Gedung Putih Karine Jean-Pierre.

Ilhan Abdullahi Omar lahir pada 4 Oktober 1982. Ilhan merupakan politikus Somalia-Amerika dari Minnesota yang pada  2016 terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Minnesota dari Partai Demokrat–Petani–Buruh. 

Ia merupakan orang Somalia-Amerika pertama yang terpilih sebagai pejabat legislatif di Amerika Serikat.[3]

Pada tanggal 6 November 2018, Omar menjadi warga Somalia-Amerika pertama yang terpilih sebagai anggota Kongres Amerika Serikat. Ia mewakili daerah pemilihan kongres ke-5 Minnesota yang mencakup Minneapolis, Edina, Richfield, Golden Valley, dan pinggiran kota lainnya. 

Bersama Rashida Tlaib, Omar merupakan dua perempuan Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Kongres. Omar juga merupakan perempuan berkulit hitam pertama yang menjadi anggota DPR Amerika Serikat dari Minnesota.




Menkes Budi: Deteksi Dini Kanker Bisa Dilakukan di Puskesmas

Sebelumnya

Pentingnya Kesehatan Mental Ibu Melahirkan, RS Marzoeki Mahdi & King’s College London Hospital Tanda Tangani Kerja Sama

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News