Ilustrasi anak yang ketakutan/ Net
Ilustrasi anak yang ketakutan/ Net
KOMENTAR

BELAKANGAN ini marak berita penculikan anak oleh sejumlah oknum yang melakukan tindak penculikan anak. Salah satunya adalah kasus penculikan anak berinisial MA yang diculik selama 26 hari.

Menurut data KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), pada tahun 2021 terdapat 15 kasus dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 36 kasus penculikan. Beragam modus penculikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dari sekedar menyukai si anak hingga penjualan organ.

Lalu bagaimana cara menghindari tindak kejahatan penculikan pada anak?

1# Ajari anak jangan mudah percaya dengan orang asing

Berikan pemahaman kepada anak bahwa mereka harus waspada terhadap orang asing yang mendekati mereka. Ingatkan untuk tidak menerima apa pun dari orang yang tidak mereka kenal, meskipun hal-hal tersebut merupakan sesuatu yang mereka sukai seperti permen atau kue-kue.

2# Ciptakan komunikasi yang hangat di keluarga

Buka dan jalin komunikasi yang hangat yang di keluarga. Tanyakan kegiatan anak sehari-hari, keluh kesah mereka dan biarkan mereka bercerita dengan bebas. Hal tersebut akan membantu memudahkan kita untuk memantau dan mengawasi keseharian anak.

3# Bangun komunikasi dengan lingkungan anak

Orangtua wajib membangun komunikasi dengan lingkungan di sekitar anak seperti sekolah, tempat pengajian, atau orangtua dari teman-teman mereka. Hal ini memudahkan kita memantau dan menitipkan anak dari jauh.

2# Ajari anak untuk membela diri

Ajari anak untuk membela diri apabila mereka diganggu atau mengalami tindak kejahatan. Bekali mereka dengan ilmu seni bela diri seperti pencak silat atau karate. Ingatkan kepada mereka untuk berteriak atau meminta tolong kepada aparat atau orang dewasa di sekitarnya apabila ada bahaya yang mengancam diri mereka.

3# Libatkan anggota keluarga lain

Libatkan anggota keluarga lain, seperti tante dan om untuk mengawasi anak kita. Hal tersebut akan membantu kita mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan untuk mendekati anak kita.

4# Kenalkan dengan keluarga besar

Bawa anak  saat bersilaturahmi dengan keluarga besar. Hal ini akan membuat keluarga besar mengenali sosok anak kita, sehingga bisa ikut membantu mengenali dan mengawasi apabila terjadi sesuatu terhadap anak kita.

5# Beri batasan dan pengawasan

Awasi anak saat hendak pergi ke taman bermain, ke mal, atau ke kamar mandi umum. Antar dan jemput anak apabila mereka hendak pergi ke suatu tempat.

6# Jangan mem-publish nama anak di tempat umum

Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menghindari penggunaan pakaian anak yang bertuliskan nama mereka karena umumnya anak-anak lebih percaya pada orang dewasa yang cenderung mengenal nama mereka.

7# Jangan kenakan perhiasan pada anak

Jangan kenakan perhiasan berlebihan pada anak, karena hal tersebut dapat mengundang tindak kejahatan, tidak hanya penculikan tetapi juga penjambretan dan penodongan.

Untuk menghindari kasus penculikan anak diperlukan kerja sama dari semua pihak. Apabila kita mengetahui kasus tindak kekerasan dan penculikan anak di sekitar kita, maka segera hubungi kepolisian setempat.




4 Langkah Mengatasi Toxic Marriage

Sebelumnya

Silent Treatment, Salah Satu Ciri Toxic Marriage yang Mesti Diwaspadai

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Family