Trauma healing korban gempa bumi Cianjur, Jawa Barat/Net
Trauma healing korban gempa bumi Cianjur, Jawa Barat/Net
KOMENTAR

PILU rasanya mendapat kabar, sebanyak 61 warga pengungsi korban terdampak gempa bumi Cianjur, Jawa Barat, mengalami gangguan jiwa dan harus dirujuk ke rumah sakit jiwa untuk penanganan lebih lanjut.

“Kita mendapati sebanyak 61 warga terdampak mengalami gangguan jiwa. Sebanyak 40 orang mengalami gangguan jiwa ringan dan 21 lainnya mengalami gangguan jiwa berat. Bahkan, tiga di antaranya sudah dirujuk ke rumah sakit jiwa di Bogor,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr Irfan Nur Fauzi.

Warga yang mengalami gangguan jiwa tersebut, ungkap Irfan, seluruhnya berusia dewasa.

Begitu berat dampak yang ditimbulkan dari sebuah bencana. Syok yang berakibat pada depresi dan berujung permasalahan kesehatan mental, sungguh menjadi trauma yang perlu diselesaikan dengan baik.

Bencana alam dan kesehatan mental

Sebuah penelitian terhadap korban gempa bumi Hanshin-Awaji, Jepang, pada 1995 mengungkap fakta, bahwa para korban yang selamat akan menderita gangguan tidur, depresi, mudah marah, dan hipersensitif.

Penelitian tersebut kemudian menemukan istilah morbiditas psikiatri, yang mengacu pada kerusakan fisik dan psikologis akibat kondisi kejiwaan. Hasilnya, gangguan kecemasan sebagai dampak langsung dari kejadian, akan ditemukan pada bulan pertama setelah gempa.

Umumnya, korban akan mengalami depresi karena menganggur dan memikirkan beban untuk kembali membangun rumah dan mengalami kesulitan menyesuaikan diri di tempat relokasi.

Dari berbagai jenis gangguan jiwa, post-traumatic stress disorder (PTSD) merupakan salah satu jenis gangguan yang paling banyak dialami korban bencana.

PTSD adalah kondisi mental ketika seseorang mengalami serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Pun mengerikannya bencana alam, menjadi salah satu hal yang mungkin membekas di pikiran para korban. Itulah sebabnya, banyak korban bencana alam yang rentan akan gangguan jiwa.

Di sini, psikiater atau psikolog memegang peran penting dalam upaya mengenali secara dini permasalahan kesehatan mental akibat bencana, dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Jadi, permasalahan yang ada pada korban bencana alam tidak hanya perihal pasokan makanan, kebutuhan pakaian, atau toilet, tapi trauma healing juga merupakan bagian yang tidak boleh dilewatkan.




Cegah TBC pada Anak dengan Vaksin BCG, Jangan Lupa Kenali Efek Sampingnya

Sebelumnya

Vitiligo Bukan Untuk Dijauhi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health