post image
KOMENTAR

MENDISIPLINKAN anak adalah bagian dari pola asuh yang harus dilakukan oleh orangtua. Pola pengasuhan yang diterapkan oleh orangtua akan membentuk kepribadian anak hingga ia dewasa.

Namun sangat disayangkan, banyak orangtua yang mendisiplinkan anak dengan cara yang keliru, salah satunya adalah dengan menakut-nakuti anak.

Misalnya, saat anak belum mau tidur malam, ia akan ditakut-takuti dengan mengatakan jika tidak mau tidur akan bertemu hantu.

Padahal tumbuh besar dengan disiplin yang terbangun dari rasa takut akan berdampak buruk bagi perkembangan psikologi anak.

Ada beberapa dampak yang dapat muncul dari pola pengasuhan yang demikian, diantaranya :

Memicu trauma

Rasa takut yang ditanamkan oleh orangtua pada fase proses pengasuhan akan terekam ke alam bawah sadar mereka. Hal itu juga dapat membangun kenangan buruk atau memori yang kurang menyenangkan terhadap suatu hal. Sehingga kedisiplinan yang muncul dengan dasar rasa takut pada masa anak-anak  dapat memicu rasa trauma, panik dan gangguan kecemasan lain hingga fobia.

Tidak percaya diri

Umumnya orangtua menakuti anak agar bertujuan untuk melindungi anak dari hal-hal yang kurang baik. Namun ternyata anak yang dibesarkan dengan rasa takut di hatinya akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri. Hal itu dikarenakan mereka akan berusaha menghindari rasa takut berlebihan yang muncul dalam pikiran.

Orangtua seyogyanya mengajari anak untuk berani menghadapi dan menyelesaikan rasa takutnya. Dengan begitu, anak dapat menjadi seseorang yang berani menghadapi masalah dalam kehidupannya kelak.

Kecemasan berlebihan

Rasa takut yang ditanamkan oleh orangtua akan membuat seorang anak memiliki rasa cemas yang berlebihan. Selain berdampak terhadap psikologis mereka, kecemasan berlebihan juga dapat memicu terjadinya gangguan fisik pada anak.

Menyebarkan rasa takut ke anak lain

Anak yang sering ditakut-takuti oleh orangtuanya akan menyebarkan rasa takut tersebut kepada teman-teman sebayanya saat dia bersosialisasi. Jangan sampai teman-temannya menerima informasi yang salah dan rasa trauma yang sama.

Tidak mandiri

Anak yang tumbuh dengan rasa ketakutan di dalam hatinya menjadi tidak mandiri dan akan tergantung pada orang lain. Ketakutan dapat menimbulkan kecemasan menghadapi masalah sendirian sehingga memerlukan orang lain untuk mendampinginya. Padahal di dalam hidup ada masalah-masalah yang kelak harus bisa dihadapi sendiri.

Untuk mendisiplinkan anak, jauh lebih bijak dengan memberikan penjelasan yang logis dan masuk akal. Anak akan lebih memahami mana yang baik untuknya, tanpa menimbulkan trauma dan dampak psikologis lainnya.




Anak Juga Perlu Egois Sebelum Belajar Berbagi, Kenapa Begitu?

Sebelumnya

Krisis Mental Saat Remaja Alami Perubahan Hormonal, Harus Bagaimana?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Parenting