post image
Citra Ayu Diasari/ Foto: Farah
KOMENTAR

BISNIS kuliner merupakan salah satu bisnis yang dapat dimodifikasi. Dengan menyicip satu jenis makanan, seseorang yang memiliki passion memasak dapat dengan mudah menerapkan metoda ATM (amati, tiru, modifikasi) jenis makanan tersebut.

Hal ini yang dilakukan oleh Citra Ayu Diasari yang memiliki usaha kuliner soup dan pasta yang diberi nama Centong Mak El di wilayah Pondok Cipta, Bekasi Barat

Berawal ketika pada tahun 2012 Citra mencicipi Zuppa Soup yang dijual di sebuah bazaar di depan kampus STEKPI Kalibata milik salah satu orangtua murid TK tempat Citra mengajar, ia tertarik untuk membuatnya. Dengan berbekal obrolan dengan sang orangtua murid tersebut mengenai bahan apa saja yang digunakan untuk membuat kuliner itu, akhirnya Citra mempraktekkannya dengan bahan-bahan yang tersedia di rumahnya berdasarkan resep yang dipelajarinya di channel Youtube.

Hasil prakteknya itu kemudian ia bawa ke rumah salah seorang calon kakak iparnya yang kemudian menyarankan Citra untuk menjualnya di depan komplek perumahan tempat sang calon kakak ipar tinggal.

“Awalnya saya mencoba Zuppa Soup buatan salah satu orangtua murid sewaktu masih aktif mengajar di TK di Billy and Moon Jakarta Timur. Ketika itu si orangtua murid setiap Minggu pagi buka stand di bazaar kampus STEKPI Kalibata. Ketika dicoba koq enak, akhirnya saya ngobrol-ngobrol dengan pemilik standnya, dia kasih info bahan-bahan yang digunakan. Citra praktekin deh di rumah,” kenang Citra

Akhirnya pada tahun 2012 wanita berwajah manis tersebut mulai berjualan di depan sebuah komplek Perumahan di wilayah Cikarang.

Selang setahun kemudian, Citra menikah dan sang calon Kakak ipar yang telah berubah status menjadi kakak iparnya menyarankan Citra untuk berjualan di GOR Patriot Chandrabaga Bekasi, ia juga memberikan seperangkat peralatan seperti oven, loyang dan lain sebagainya untuk dipergunakanan.

Akhirnya setelah resign dari pekerjaannya sebagai guru TK, setiap hari Minggu saat momen Car Free Day (CFD) Citra pun berjualan di sekitar GOR Patriot Chandrabaga.

Dengan dibantu oleh sang suami, Citra mulai buka stand pukul 7 sampai 10 pagi dan tak kurang dari 50 porsi Zuppa Soup habis terjual.

“Alhamdulillah, setiap Minggu, Citra buka stand di GOR Patriot Chandrabaga mulai pukul 7 sampai 10 pagi. Biasanya laku sampai 50 porsi,” cerita Citra.

Kala itu langganannya sudah cukup banyak, ada beberapa keluarga yang sengaja datang ke Car Free Day hanya untuk membeli Zuppa Soup buatannya.

“Waktu itu langganan Zuppa Soup Alhamdulillah banyak. Ada beberapa keluarga yang sengaja datang ke Car Free Day Cuma untuk beli Zuppa Soup. Bahkan ada yang pagi-pagi beli, lalu agak siang kembali lagi ke stand untuk borong beberapa porsi lagi untuk keluarganya,” ujar lulusan Psikologi YAI tersebut.

Usaha itu ditekuninya selama beberapa tahun, namun pada tahun 2018, saat hamil anak ke-3, Citra berhenti berjualan di GOR tersebut karena mengalami “morning sickness” yang cukup parah sehingga harus beristirahat total, ditambah lagi kala itu sang anak  ke-2 masih berusia 5 bulan.

Ia sempat vakum berjualan dan fokus menjadi ibu rumah tangga. Namun ia tetap membuat Zuppa Soup untuk keluarganya.

Centong Mak El

Awal tahun 2020, sang Kakak, Wilda Indriasari menyemangati Citra untuk kembali aktif berjualan. Ia menyarankan wanita beranak 3 tersebut berbisnis dengan sistem PO. Citra sempat ragu untuk memulainya, karena dia merasa ruang lingkup pertemanannya kecil dan ia merasa tidak bisa memasarkannya secara online.

Namun dengan gigih sang Kakak berusaha meyakinkan Citra bahwa ia bisa melakukannya. Wilda pun berjanji akan membantunya memasarkan Zuppa Soup buatan Citra ke teman-teman dan koleganya.

Akhirnya Citra pun mau berbisnis kembali dengan berkolaborasi bersama sang Kakak.

“Akhir tahun 2020, Kak Wilda nyaranin buat jualan lagi. Awalnya saya ragu untuk kembali produksi, karena saya bingung mau dijual kemana. Selama fokus jadi ibu rumah tangga, aktivitas saya lebih banyak di rumah, ruang lingkup pertemanan juga tidak luas. Jadi saya khawatir nanti tidak ada yang beli,” kisahnya.

“Tapi Kakak semangat banget, dia bilang dia akan bantu marketingin. Akhirnya saya oke, karena Kak Wilda kan supel banget, setiap pengkolan jalan dia kenal , ditambah lagi kadang orang gak dikenal juga disapanya dengan ramah,” ujarnya sambil tertawa.

Akhirnya usaha itu pun berlanjut.  Citra memberi nama kuliner buatannya dengan nama Centong Mak El yang berlokasi di rumah kediaman orangtua Citra dan Wilda di Perum Pondok Cipta Blok B 99 RT 02 RW 08 Bintara, Bekasi Barat.




Uniknya Desain Tas Kulit Asli BHre di Tangan Kreatif Rillya Artika Devi

Sebelumnya

Tropical Juicery, Langkah Awal Memperbanyak Kupasan & Mengurangi Kemasan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Usaha Ibu