post image
Annisa Nurfadilah/ Foto: FARAH
KOMENTAR

MEMPERSIAPKAN kehadiran seorang anak merupakan hal yang sangat istimewa. Tak jarang seorang wanita rela merubah gaya hidup menjadi lebih sehat tatkala mengetahui dirinya sedang hamil, agar anak yang dilahirkannya dapat menjadi generasi yang sehat dan berkualitas. Hal ini yang dilakukan oleh Annisa Nurfadilah, pemilik umkm Tropical Juicery di wilayah Bintara, Bekasi Barat.

Pada tahun 2018, ketika ia mengandung anak pertamanya, wanita yang kerap dipanggil Anis tersebut merubah pola hidupnya menjadi lebih sehat. Demi melahirkan anak yang terpenuhi gizinya, Anis merubah pola makannya dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur.

Namun ketika memulai hal tersebut, Anis menemui banyak kendala, diantaranya adalah produk-produk makanan sehat yang siap santap sulit didapatkan, kalaupun ada harganya sangat mahal. Jus-jus yang dijual di pasaran pun banyak yang menggunakan susu kental manis dan gula, dengan kadar buah yang sedikit, lebih banyak air. Dari hasil riset yang ia baca, hal itu disebabkan karena 36% masyarakat kurang peduli terhadap makanan sehat dan 56% tidak suka mengkonsumsi makanan dan minuman sehat karena rasanya kurang bersahabat di lidah.

Hal ini membuatnya berinisiatif untuk membuat sendiri makanan sehat tersebut. Berbekal beberapa buku-buku cara hidup sehat, diantaranya adalah Clean Eating karya Inge Tumiwa, Food Combining karya Andang Gunawan dan Jurus Sehat ala Rasulullah karya dr. Zaidul Akbar, yang berisi saran ‘Perbanyak Kupasan, Kurangi Kemasan’ menginspirasinya untuk menciptakan minuman jus yang enak dan sehat

“ Tahun 2018 saya hamil anak pertama. Dari sini saya memulai menjalani pola hidup lebih sehat dengan memperbanyak konsumsi produk-produk yang lebih segar dan alami. Tapi saat itu makanan yang sehat atau healthy food masih agar jarang, saya kesulitan mendapatkan makanan yang seperti itu, kalaupun ada harganya sangat mahal dan rasanya kurang enak. Akhirnya saya buat jus sendiri.” ujar Anis.

Dalam memproses minuman sehat itu, wanita ini menggunanakan Slow Juicer, untuk mengambil sari (pure) aneka buah-buahan yang diperasnya dalam kondisi dingin atau ‘Cold Pressed Juice’. Alasan utamanya menggunakan Slow Juicer adalah menghindari panas yang dihasilkan dari putaran mata pisau blender biasa, yang dapat mengurangi kadar nutrisi buah yang diprosesnya. Ia juga mengkombinasikan aneka buah ke dalam 1 botol  jus perasan tersebut.

Kebiasaan mengkonsumsi sari buah tersebut, akhirnya terbawa hingga ia selesai cuti melahirkan. Anis sering membawa jus tersebut ke kantornya untuk konsumsi pribadi. Sampai akhirnya teman-teman kantor yang mencicipi jus tersebut memesannya. Sejak saat itu Anis berangkat kerja dengan membawa berbotol-botol aneka jus pesanan teman-temannya.

Dalam mengemas pesanan, Anis menggunakan botol kaca untuk mengurangi penggunaan botol plastik kemasan. Kala itu orderan pertamanya adalah 10 botol, dengan bobot 0,5 kg/botol, yang dibawa oleh wanita energik tersebut ke kantor dengan menggunakan kereta rel listrik (commuter line).

Kian hari pesanan meningkat, hingga pimpinan di kantornya juga yang juga penyuka jus memesannya, karena jus buatannya murni sari buah-buahan dan tanpa gula. Tak kurang dari 20 botol dibawanya setiap hari. Jadi praktis wanita muda ini berangkat dengan membawa beban 10 kg.

Jus buatan Anis pun berkembang, tak jarang jus ini dijadikan salah satu minuman ketika sedang  ada rapat di kantor

“Ketika selesai cuti melahirkan setiap ke kantor saya membawa bekal jus yang saya buat di rumah. Alasannya sih, karena saat itu saya masih menyusui, jadi saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Saat di kantor, teman-teman banyak yang cicip jus buatan saya dan akhirnya mereka pesan. Awalnya total pesanan hanya 10 botol, dengan ukuran 350ml dan berat total beserta jus sekitar 0,5 kg perbotol, akhirnya setiap hari pesanan sekitar 20 botol. Jadi setiap hari saya berangkat ke kantor bawa beban sekitar 10 kg,” kenang Ibu beranak dua tersebut.

“ Dulu pimpinan kantor juga sering pesan. Beliau suka minum jus,hanya jus yang dibeli di kantin-kantin kantor tidak murni, mengandung banyak gula dan susu kental manis. Ketika mencoba jus saya beliau suka dan sering dipesan menjadi minuman ketika ada meeting,” tambah Anis

Ketika membawa ke kantor, terkadang Anis mengalami kendala, dari mulai berat botol kaca dan jus yang lumayan, terkadang tumpah atau pecah dijalan, namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk memenuhi pesanan pelanggannya.

Tropical Juicery

Akhirnya pada tanggal 1 September 2019, Anis memutuskan untuk fokus pada usaha jus yang ditekuninya, setelah mengundurkan diri dari perkerjaannya pada sebuah bank besar di Jakarta.

Ia mulai membangun bisnisnya dengan serius. Didukung oleh sang suami wanita ini memberi nama usahanya menjadi ‘Tropical Juicery’, karena bahan-bahan yang ia gunakan adalah buah-buahan dan sayur-sayuran di daerah tropis. Usahanya bertempat di Perum Pondok Cipta Blok D 12 RT 04 RW 008 Bintara, Bekasi Barat.

Dalam menjalani usahanya wanita lulusan Administrasi Bisnis Universitas Padjajaran 2011 tersebut memiliki visi dan misi yang mulia, yaitu ingin berkontribusi dalam menaikan kualitas generasi yang sehat dan cerdas dengan rutin mengkonsumsi makanan dan minuman yang segar dan bergizi.

Produk Tropical Juicer yang ia produksi memiliki keunggulan

  • harganya terjangkau untuk masyarakat (affordable)
  • rasanya jusnya enak sehingga bisa diterima oleh lidah siapapun
  • Memiliki kemasan yang menarik.
  • Produknya ramah lingkungan karena dikemas dengan botol kaca dan sampah hasil perasan sari buah dan sayur di jadikan pupuk kompos.

Saat ini usaha yang ditekuninya sudah beroperasi secara rutin. Dengan menggunakan sistem PO, tak kurang dari 20 botol sehari ia produksi. Terkadang produksi bisa meningkat apabila ada pesanan khusus dari pelanggan. Bahan bakunya juga diperoleh dari toko-toko di sekitar wilayah Bintara, Bekasi Barat.

Selain memproduksi berbagai varian ‘Cold Pressed Juice”, wanita yang inovatif tersebut juga memproduksi Puding Kelapa dan Salad Sayur Segar, yang saus dressingnya hasil produksi sendiri.

Untuk berkontribusi terhadap lingkungan, Anis juga menerapkan program tukar botol gratis 1 jus. Apabila langganan ingin melakukan pembelian 10 botol jus dengan cara menukarkan 10 botol kaca kosong dari pembelian sebelumnya, maka berhak mendapatkan 1 botol jus.

Dalam menjalani usahanya,dengan dibantu oleh 2 orang pegawai, 1 orang produksi jus dan 1 orang yang menanganin administrasi, Anis memulai produksinya pada pukul 6-10 pagi. Ia memasarkan lewat instagram @tropical_juicery dan whatsap bisnisnya. Dalam waktu dekat, ia juga akan bekerja sama dengan salah satu cafe di bilangan Galaxy, Bekasi Selatan untuk menjual produknya tersebut.




Uniknya Desain Tas Kulit Asli BHre di Tangan Kreatif Rillya Artika Devi

Sebelumnya

Centong Mak El, Soup dan Pasta Hasil ATM

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Usaha Ibu