post image
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

PENDIDIKAN anak saat ini tidak dipungkiri memerlukan biaya yang sangat besar. Terlebih di tengah zaman teknologi informasi saat ini, perangkat elektronik seperti laptop dan ponsel menjadi bagian dari kebutuhan pendidikan anak-anak.

Memang betul, pendidikan terbaik bagi anak bukan berarti yang termahal. Namun demikian, orangtua tentu menginginkan anak mereka dapat bersekolah dan belajar keterampilan lainnya dengan nyaman dan tidak terkendala biaya.

Adalah tanggung jawab orangtua untuk menyiapkan dana pendidikan yang dibutuhkan hingga kelak menempuh jenjang pendidikan tinggi.

Menyiapkan dana pendidikan idealnya dipersiapkan sejak jauh hari, bahkan ada orangtua yang mulai menabung sejak anak mereka lahir.

Ada beberapa kesalahan yang bisa dilakukan orangtua dalam menyiapkan dana pendidikan menurut. Mulai dari persiapan yang terlambat, anak tidak diterima di sekolah negeri favorit, salah memperhitungkan inflasi, salah memilih instrumen investasi, kurangnya investasi yang dijalankan, serta salah menghitung waktu dan besaran dana.

Berikut ini 5 tips menyiapkan dana pendidikan anak bagi para ayah bunda.

1# Survei sekolah yang diinginkan. Cari tahu besarnya uang pendaftaran, uang kegiatan, dan kebutuhan penunjang seperti kursus. Pastikan apakah kita nyaman dengan besarnya pengeluaran tersebut.

2# Buat perencanaan biaya pendidikan dengan mendetail. Ada orangtua yang ingin memasukkan anak ke daycare plus—mulai anak usia 6 bulan, sebelum masuk ke playgroup, TK hingga jenjang S1. Buatlah perencanaan yang teliti, termasuk mempertimbangkan inflasi dan nilai uang di masa depan.

3# Buat perencanaan untuk kebutuhan besar lain. Misalkan saja ayah bunda ingin membeli rumah atau membuka bisnis, pastikan perencanaan keuangannya tidak mengganggu persiapan dana pendidikan anak.

4# Pilih instrumen investasi dengan cermat. Investasi menjadi satu jalan mengembangkan uang untuk kebutuhan dana pendidikan. Bagi ayah bunda yang belum memahami ragam investasi yang ditawarkan perbankan maupun pasar modal, bisa mulai dengan yang termudah yaitu logam mulia. Sebaiknya gunakan lebih dari satu instrumen sebagai back-up plan.

5# Disiplin dan konsisten. Jangan sampai ayah bunda dengan mudah mengutak-atik dana pendidikan. Satu hal yang perlu diingat, setiap keluarga harus memiliki simpanan dana darurat. Jangan sampai kebutuhan mendesak membuat orangtua harus 'menjebol' dana pendidikan anak.




Apa Hukuman bagi Pelaku KDRT di Indonesia?

Sebelumnya

Catat! Inilah 4 Jenis Tindakan KDRT Menurut Undang-Undang

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family