post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

BUNDA tentu sering menemui anak masih terjaga hingga larut malam lantaran sedang asyik dengan gadgetnya. Atau terkadang Bunda menganggap sepele si kecil yang terbiasa tidur malam hari, karena jadwal tidurnya yang memang "tidak biasa".

Kebiasaan "begadang" anak sebenarnya tidak bisa dibiarkan, apalagi dianggap sebagai rutinitas yang wajar. Sebab, beberapa bahaya mengintai buah hati dan hal itu harus menjadi perhatian serius para orangtua.

Berikut ini beberapa alasan penting mengapa orangtua harus menghentikan kebiasaan begadang anak, yaitu:

Anak Menjadi Cepat Lupa

Ada suatu waktu di mana otak anak memiliki tanggung jawab untuk menyimpan memori. Kemudian, memori tersebut memiliki fungsi mengirimkan informasi yang sudah dipelajari dari hippocampus menuju neokorteks otak.

Peristiwa ini dikenal dengan sharp wave ripples yang terjadi ketika si kecil tidur.

Ketika si kecil tertidur larut malam alias begadang, maka sharp wave ripples yang terjadi sangat sedikit, sehingga memori yang tersimpan menjadi tidak maksimal. Akibatnya, anak mudah lupa.

Anak Mudah Mengalami Obesitas

Saat anak terbiasa begadang, maka rasa lapar dan nafsu makannya akan meningkat. Bahkan keinginan untuk mengonsumsi makanan berlemak serta berkarbohidrat tinggi sangat besar.

Jika sudah demikian, anak rentan terkena obesitas. Hal ini akhirnya bisa mempengaruhi aktivitas keseharian. Anak menjadi tidak lagi ceria dan menjadi malas bergerak.

Anak Tidak Bisa Mengontrol Tubuhnya

Dampak buruk lain dari kebuasaan begadang bagi si kecil adalah tidak bisa mengontrol keseimbangan serta koordinasi tubuh. Misalnya, si kecil menjadi sering jatuh saat bermain atau menjadi tidak fokus. Hal ini tentu saja sangat membahayakan dirinya.

Sistem Imun Melemah

Anak yang sering tidur larut malam sudah bisa dipastikan memiliki sistem imunitas tubuh yang lemah. Jadi jangan heran kalau akhirnya mereka akan mudah sakit, karena tubuh tidak mampu melawan serangan berbagai macam virus.

Nilai Akademisnya Menurun

Kebiasaan begadang ini juga erat kaitannya dengan prestasi akademik anak. Karena seringnya anak tertidur larut malam, maka peristiwa penyimpanan memori tidak berlangsung sempurna. Anak menjadi sulit untuk menyimpan semua pelajaran yang sudah didapatnya.

Jadi Bunda, mulai sekarang hentikan kebiasaan buruk anak tersebut. Hal ini tidak bisa dianggap sepele, karena sangat membahayakan kesehatan dan masa depan buah hati.

Dampak buruknya sudah sangat jelas terlihat, di mana anak akan cepat menjadi sosok yang pelupa, keseimbangan tubuhnya terganggu, dan berbagai jenis penyakit rentan menyerang.

 




Bunda, Kenali dan Waspadai Ciri Anak Depresi. Begini Cara Mengatasinya

Sebelumnya

Di Balik Alasan Mengapa Usia Anak Masuk SD Harus 7 Tahun?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting